oleh

Pinggir Jalan Raya Saronggi Jadi Bak Sampah

KABARMADURA.ID, Sumenep – Jalan Raya di Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi mulai berjuluk Jalan Sapu Tangan. Pasalnya, setiap pengendara yang melawati jalan tersebut harus menutup hidung dan mulut karena bau tidak sedap. Sayangnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep hingga saat ini belum menyelesaikan masalah itu.

Aminullah, warga melintas jalan tersebut menyebut, jalan tersebut merupakan perlintasan antarkota dan pintu gerbang masuk Kota Sumenep. Sehingga juga sering dilewati masyarakat luar Madura.

“Jalan tersebut bagaikan jalan sapu tangan yang pada saat lewat harus tutup hidung dan mulut karena bau busuk,” katanya, Senin (28/09/2020)

Dia ingin pemerintah peka, karena tidak hanya mencemarkan lingkungan, namun juga nama baik Sumenep. Sepengatuhannya, sampah yang berserakan itu sudah lebih satu tahun.

“Ini sebenarnya tugas pemerintah yang harus menyelesaikan masalah dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Sumenep Agus Salam berdalih, saat ini masih menunggu persetujuan camat Saronggi dan kepala Desa Tanah Merah untuk pengadaan kontainer sampah.

Menurutnya, penyelesaian sampah yang berserakan di pinggir jalan raya itu sudah masuk dalam program dengan anggaran senilai Rp2 miliar. Dalam progran itu, selain untuk serta honor pasukan kuning, ada anggaran sebesar Rp40 juta yang dibelanjakan kontainer sampah.

“Hasil koordinasi dengan pak camat Saronggi dan kepala Desa Tanah Merah, kontainer sudah ada. Tapi, saat ini masih menunggu landasan untuk peletakannya,” paparnya.

Sedangkan Camat Saronggi Moh. Hanafi mengatakan berdasarkan kesepakatan akan diletakkan di dekat tempat sampah yang berserakan itu. Namun, hingga saat ini masih belum ada.

“Saat ini sudah dikoordinasikan juga dengan kepala Desa Tanah Merah untuk diadakan tempat kontainer. Sebentar lagi sudah terbangun,” tandasnya.

Hanafi menyebut, sampah tersebut berasal dari pemukiman masyarakat. Ditengarai, bukan hanya dari warga Saronggi, tetapi dari wilayah lain, termasuk penumpang bus yang melintas.

Sementara menurut Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi, tidak bisa serta merta menyalahkan pemerintah. Sebab, masyarakat juga harus ada kesadaran dalam membuang sampah. Namun pemerintah juga harus segera mencarikan solusi dengan cepat.

“Harus segerakan, dan harus ada solusi terbaik dari pemerintah juga,” tegasnya.

Dia juga terkejut bahwa DLH akan mengadakan kontainer di Desa Tanah Merah, karena selama ini tidak ada koordinasi dengan pihak legislatif.

“Oke akan saya tanyakan mengenai pengadaan kontainer ke DLH sebab saya baru tahu akan adanya pengadaan itu,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed