oleh

Pipa PDAM Rusak Diserobot Proyek Jalan

Kabarmadura.id/Sampang -Pelebaran jalan provinsi di wilayah Sampang-Ketapang mengakibatkan sejumlah pipa transmisi air rusak. Muncul dugaan, kesalahannya bukan pada proyek jalan, melainkan spesifikasi kedalaman pipa yang tidak sesuai standar.

Kondisi itu, terjadi di Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung. Sedangkan rusaknya pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang itu, terjadi di depan SMAN 1 Kedungdung dan di depan Pasar Sentol.

Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Pelanggan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin berujar, selama beberapa hari ini, pendistribusian air bersih ke rumah pelanggan di wilayah Kecamatan Kedungdung menjadi tidak lancar.

Setelah ditelusuri, ternyata karena adanya proyek pelebaran jalan di wilayah itu. Proses penggalian tanahnya, menyerobot saluran pipa transmisi PDAM yang tertanam di dalam tanah, sehingga rusak dan bocor.

“Laporan dari petugas lapangan, ditemukan sekitar 12 titik pipa air yang mengalami kerusakan akibat proyek ini, yakni sebanyak delapan pipa besar dan empat pipa sambungan, jika ada pengerjaan proyek pelebaran jalan, pipa transmisi selalu kena,” ujar Yazid Sholihin.

Akibat banyak pipa air yang rusak tersebut, Kata Yazid, proses pendistribusian air ke rumah-rumah pelanggan menjadi terganggu. Sebab, air yang semestinya tersalurkan ke rumah pelanggan, menjadi tidak sampai, karena banyak yang hanya menggenang di pinggir-pinggir jalan.

Kendati rusak akibat pelebaran jalan, pihak PDAM justru akan memperbaiki sendiri.

“Kami terus lakukan perbaikan, saat ini distribudi air ke pelanggan sudah normal kembali,”ungkapnya.

Soal standar kedalaman penanaman pipa transmisi di sejumlah lokasi tersebut,  Yazid berkelit dan beralasan, penanaman pipa transmisi itu dilakukan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang. Pihaknya mengaku hanya sebatas memanfaatkannya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPRKP Sampang Siti Muatifah berdalih, bahwa program penanaman pipa transmisi di lokasi itu, dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pihaknya juga mengaku tidak mengetahui secara pasti soal kedalamannya.

“Kami tidak tahu soal penanaman pipa di jalan raya Sampang-Ketapang ini, karena merupakan kewenangan Pemprov Jatim,” dalihnya saat dihubungi awak media.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Pembantu UPT Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim di Sampang Moh Haris mengatakan, di dalam gambar perencanaan pengerjaan proyek jalan itu, pihaknya mengaku tidak terganggu dengan adanya pipa transmisi yang tertanam di dalam tanah.

Alasannya, jika mengacu pada ketentuan yang ada, semestinya pipa PDAM itu, tertanam di kedalaman 1,2-1,5 meter. Sedangkan kedalaman galian untuk pelebaran jalan hanya sekitar 40 centimeter.

Ditegaskan pula, sebelum mengerjakan proyek itu, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada PDAM Trunojoyo, bahwa bahu jalan di lokasi itu akan dikeruk. Bahkan Ia sudah meminta pendampingan dari PDAM, sehingga bisa mengetahui titik lokasi yang tertanam pipa transmisi di kawasan proyek itu.

“Mungkin saja kedalaman pipa PDAM ini tidak sesuai spek, karena kalau sesuai spek dan aturannya, tidak mungkin terkena pengerukan ini, mengingat kedalamannya masih sangat jauh,”tudingnya.

Atas kejadian banyaknya pipa PDAM yang rusak dan bocor, pihak kontraktor pelaksana proyek, dalam hal ini PT. Amin Jaya Karya sudah berkomitmen dengan PDAM Trunojoyo untuk memperbaikinya. (sub/waw)

 

Komentar

News Feed