PJJ, Siswa Mengeluh Guru Beri Tugas Over

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BELAJAR: Salah satu siswa mengikuti KBM berbasis daring.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pelaksanaan model pembelajaran di luar tatap muka melalui daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ), rupanya cukup membebani siswa. Pasalnya meski sudah ada imbauan, guru tetap memberikan tugas beruntun di setiap jam pelajaran.

Sebagaimana disampaikan salah seorang siswa SMA di Sumenep, Moh Firdaus, tugas yang bertubi-tubi membuatnya terkadang harus menyelesaikan sampai dini hari. Dan jika memilih dia lebih bersedia mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

“Tiga materi, belum selesai satu sudah ada tambahan tugas lagi, Saya pernah sampai pukul 02:00 dini hari, itu pun masih belum selesai, paginya kemudian selesaikan dengan ditulis hingga dua lembar,” tuturnya.

Merasa terbebani dengan pola baru itu, dia sudah tidak sabar ingin kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka kembali diterapkan. Karena selain yang dipelajari mudah dipahami, ujar Firdaus, juga mengurangi tugas-tugas seperti yang dialami saat ini.

Menanggapi persoalan itu, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur di Sumenep, Syamsul Arifin mengatakan, telah mensosialisasikan format pembelajaran daring ke setiap kepala sekolah.

Bahkan telah menyarankan agar tidak memberatkan siswa. Instruksi itu tidak ada pengecualian bagi sekolah unggulan atau bukan unggulan. Pihaknya juga memantau kinerja guru melalui laporan dari kepala sekolah.

“Kalau dari sosialisasi sudah tidak ada tugas lebih dari dua, sekolah melalui wali kelasnya sudah diminta agar para guru berkoordinasi agar tidak lebih dari ketentuan dalam memberikan tugas,” paparnya.

Apalagi menurut Syamsul, dua tahun terakhir sejak wabah Covid-19 ada di Indonesia, tidak ada kewajiban mencapai target kurikulum, tepatnya ada pengurangan standar capaian kurikulum. (ara/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *