PK-PLK Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK)

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TAK IDEAL: Jumlah guru dan tendik PNS SMA/SMK di Sumenep masih kekurangan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Kualitas guru dan tenaga kependidikan (tendik) di sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) negeri di Sumenep dinilai belum ideal. Sebab, dari sekian guru masih banyak yang statusnya bukan pegawai negeri sipil (PNS).

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan,  idealnya seluruh sekolah negeri wajib guru PNS. Hal tersebut untuk kualitas pendidikan ke depan. Saat ini kekurangan guru PNS sekitar 505 (selengkapnya lihat grafik).

Dijelaskannya, beberapa penyebab kekurangan guru PNS itu karena ada yang sudah pensiun, mutasi, promosi, meninggal dan sebagainya.

“Kekosongan tersebut paling banyak karena banyak yang pensiun,” katanya, Minggu (28/11/2021).

Dikatakannya, dengan kekosongan guru tersebut saat ini membuat beberapa mata pelajaran juga kosong atau tidak ada guru yang khusus mengajar sesuai keahliannya. Jika dipresentasikan, ada sebanyak 35 persen kebutuhan guru dan tendik PNS di Sumenep.

“Ini memang menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kami,” tukasnya.

Pria yang akrab disapa Syamsul itu mengutarakan, beberapa upaya telah dilakukan. Termasuk pengajuan terhadap pemerintah pusat sudah dilakukan. Namun, masih menunggu persetujuan.

“Kekurangan guru dan tendik PNS, akan membuat pendidikan sekolah negeri kurang berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep H. Didik Suharto mengatakan, selama ini pendidikan di sekolah negeri masih banyak kekurangan guru PNS. Sehingga, penambahan atau perekruran perlu dilakukan.

“Jika sudah banyak yang PNS maka kualitas akan terjamin,” tandasnya.

Data Guru dan Tendik SMA/SMK dan PK-PLK Negeri

-SMA Negeri

*Guru

PNS: 320

GTT: 235

*Tendik

PNS: 64

PTT: 131

-SMK Negeri

*Guru

PNS: 120

GTT: 89

*Tendik

PNS: 20

PTT: 40

-PKPLK Negeri

*Guru

PNS: 9

GTT: 7

*Tendik

PNS: 1

PTT: 3

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan