oleh

PKB-PPP Bertahan, NasDem Melejit

Kabarmadura.id/SAMPANG-Perolehan suara mayoritas milik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sampang, belum tergoyahkan dalam dua kali pemilu terakhir. Dua partai berbasis Islam tersebut berhasil mengantarkan masing-masing tujuh wakilnya di kursi legislatif Sampang periode 2019-2024.

Hasil rekapitulasi perolehan suara legislatif oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang itu, Minggu (5/5), akhirnya menumbangkan hasrat tiga partai nasionalis, yakni Partai NasDem dengan perolehan 6 kursi disusul Partai Demokrat dan Partai Gerindra yang kompak memperoleh 5 kursi parlemen Sampang.

Namun dibandingkan dengan Pileg 2014, raihan kursi Partai NasDem dan Partai Golkar di Pemilu 2019 ini cukup menawan. Sebab, pada 2014 lalu, Partai NasDem hanya mengoleksi 2 kursi.

Pada Pileg 2019 untuk pemilihan calon  DPR RI Dapil XI (Madura), raihan suara Partai Nasdem di Sampang, juga tertinggi. Suara itu berhasil direngkuh calegnya Willy Aditya dengan perolehan 183.337 suara.

Posisi kedua disusul oleh Hadi Sumitro dari Partai Demokrat dengan 134.893 suara dan posisi ketiga diisi oleh Slamet Ariyadi dari Partai Amanat Nasional (PAN) dengan perolehan 114.376 suara.

Untuk tingkatan provinsi, lagi-lagi Partai NasDem bercokol di urutan pertama, adalah Mohammad Azhari yang meraih 126.678 suara, posisi kedua disusul oleh Aliyadi Mustofa dari PKB dengan raihan 112.295 suara. Sedangkan posisi ketiga diisi oleh Moh Salim yang juga dari Partai NasDem dengan perolehan 99.197suara.

Menurut Praktisi Hukum dan Politik Kabupaten Sampang Arman Syahputra, torehan suara fantastis dalam kontestasi politik lima tahunan itu menunjukkan, sejumlah kader politik dipengaruhi kekuatan patron tokoh. Yang menjadi penentu jelas bukan partai pengusung, namun patron tokoh yang cukup kuat, sehingga menjadi magnet pengumpulan suara.

“Sehingga jelas siapapun yang menjadi calon tetap, dipengaruhi siapa yang berada di belakangnya, sebut saja kedigdayaan Partai Gerindra lima tahun silam, kini harus berbanding terbalik,” katanya.

Lima tahun lalu, suara Partai NasDem dan Golkar merupakan minoritas. Kini, dua partai itu menjelma jadi momok menakutkan bagi partai yang lain. Itu bukan tapa alasan, karena di posisi Partai Nasdem ada kadernya sebagai bupati Sampang saat ini.

Kondisi tersebut dinilai menjadi imbas dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Sampang 2018 lalu, dimana kekuatan tokoh masyarakat bahkan kepala desa yang sangat dominan, bahkan ambisi kekuasaan menjadikan semua cara.

“Mereka bisa membaca dan mengambil kesempatan dari momentum ini untuk menaikkan kuantitas partai, dan ini merupakan langkah nyata dari pengambilan keputusan yang sah dan cerdas,” jelasnya.

Untuk partai Islam seperti PKB dan PPP, kata lelaki yang identik dengan rambut gondrong tersebut, komponen mesin partainya di Pemilu 2019 bekerja maksimal dan dapat dibuktikan dengan torehan suara di kursi DPRD Kabupaten Sampang, sehingga perlu adanya upaya mempertahankan ritme tersebut hingga periode selanjutnya.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang Syamsul Muarif mengatakan, perolehan suara seluruh calon sudah sah secara hukum karena telah melalui proses pleno di tingkat kabupaten, dan selanjutnya akan diproses di tingkat KPU Jawa Timur.

“Alhamdulillah, rekap tingkat kabupaten telah selesai. Kemudian hasilnya akan disampaikan rapat pleno tingkat provinsi,” katanya. (awe/sam/waw)

Komentar

News Feed