PKL di Area SGB Belum Direlokasi

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BELUM DIRELOKASI: Para pedagang kaki lima (PKL) masih memadati kawasan Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) gagal melakukan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di lingkungan Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Bahkan saat ini jumlah PKL di kawasan terlarang tersebut semakin bertambah.

Ansori, salah satu PKL di SGB menyampaikan, keluhan dan aspirasi para PKL belum diakomodir oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Sehingga para PKL sepakat untuk tidak pindah.

“Kami awalnya sudah mau pindah, asal persyaratan yang kami ajukan sesuai, tapi ternyata tidak,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, dinas terkait dan tim pembinaan PKL dinilai sengaja membiarkan PKL pindah dari lokasi semula, meski tempat yang dijanjikan tidak sesuai. Hal tersebut dianggap merugikan PKL.

“Kalau tempatnya tidak sesuai kan kami juga rugi. Sebab, lebih kecil dari tempat kami yang sebelumnya,” ulasnya.

Tidak hanya itu, ia menegaskan, pihaknya siap untuk diatur atau direlokasi. “Kami ini kan sebenarnya siap mau diatur bagaimanapun, tapi yang jelas kami tidak ingin rugi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Bangkalan Iskandar Ahadiyat mengutarakan bahwa dirinya tidak mengetahui terkait relokasi tersebut. Sebab, kewajibannya untuk membangun tempat yang digunakan untuk relokasi sudah selesai.  “Tempatnya sudah saya bangun, anggarannya sudah sesuai,” ungkapnya.

Pria yang kerap disapa Yayat itu menyampaikan, pihaknya sudah berupaya maksimal dalam menganggarkan tempat relokasi. “Saya rasa saya sudah selesai, jika memang tetap tidak mau biar nanti aparat penegak Perda yang beraksi,” terangnya.

Ia juga menginginkan semua pihak yang terlibat bisa bekerja sama. Termasuk dalam pengelolaan taman rekreasi kota yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Di sana kan juga ada yang ngelola lagi. Jika bisa coba juga diajak kerja sama, perkara PKL tidak suka dengan bangunan hasil yang kami sediakan, kami tidak masalah,” tutup mantan Kabag Perekonomian Setkab Bangkalan itu.

 

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.