PKL di Sampang Didata, Belum Tentu Dapat Bantuan

  • Whatsapp
(FOTO: KM-JAMALUDDIN) PKL: 250 PKL sudah didata, Anggota DPRD harapkan diberi bantuan.

Kabarmadura.id/Sampang-Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang melakukan pendataan terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di wilayah Kota Sampang.

Kasi Pengembangan Pemasaran dan Kemitraan Tugas Joko Wasito mengatakan, saat ini pihaknya masih proses pendataan para PKL yang terdampak wabah Covid-19. Hal itu untuk diajukan ke Kepala Diskumnaker yang nantinya akan diajukan ke Bupati Sampang.

Bacaan Lainnya

“Pendataan para PKL tersebut pihaknya tidak bisa memastikan itu pendataan untuk diberikan bantuan atau tidak. Sebab, hal tersebut merupakan kebijakan penuh Pemerintah Kabupaten Sampang. Jadi tunggu hasilnya saja,” ungkapnya, Senin (11/5/2020).

Dijelaskan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pendataan kepada para PKL di perkotaan Sampang, guna memastikan keberadaan PKL masih jualan atau tidak.

Karena tidak menutup kemungkinan para PKL yang biasanya berjualan di Bazar Ramadan tetap berjualan, seperti PKL yang saat ini berjualan di area monumen. Bahkan, dengan ditiadakan Bazar Ramadan akibat Covid-19, banyak PKL yang mengadu ke Diskumnaker. Namun pihaknya tidak bisa mengambil tindakan apapun.

“Sepertinya ada sebagian PKL yang masih berjualan, baik di monumen atau di depan rumahnya masing-masing. Karena saat ada Bazar Ramadan, penghasilan PKL itu dua kali lipat,” imbuhnya.

Kendati demikian, pendataan tersebut dilakukan bukan serta-merta berdasarkan inisiatifnya sendiri. Tetapi merupakan perintah dari Pemkab Sampang untuk dilakukan pendataan semenjak adanya wabah Covid-19 ini.

Adapun jumlah PKL di area perkotaan Sampang sebanyak 390, tapi yang sudah dilakukan pendataan sampai saat ini masih 250 PKL.

“Usaha yang mereka dagangkan kebanyakan berupa kuliner, dan bulan Ramadan ini merupakan momen untuk jualan usahanya itu,” tururnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan mengatakan, semoga dari hasil pendataan tersebut para PKL atau pedagang asongan yang sudah kehilangan mata pencarian dibantu oleh Pemkab Sampang. Sebab, yang mereka harapkan adalah bantuan pemerintah.

“PKL maupun pedagang asongan yang terdampak wabah Covid-19 agar segara dibantu oleh pemerintah. Sebab jika tidak dibantu, mereka akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya,” pungkasnya. (mal/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *