PKL SGB Bakal Direlokasi ke TRK

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Ist) REMBUK: Forkopimda berkoodinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pemindahan PKL SGB

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Rencana pemindahan pedagang kaki lima (PKL) di area Stadion Gelora Bangkalan (SGB) ke Taman Rekreasi Keluarga (TRK) sudah ada titik terang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sudah memberikan sinyal untuk penggunaan lahan relokasi itu. Bahkan pemindahan tinggal menunggu restu bupati.

Kepala Disbudpar Bangkalan Muhammad Hasan berjanji membuka TRK hingga malam hari. Hal tersebut lantaran, para PKL jika hanya buka pagi sampai sore dinilai akan berdampak pada minimnya pendapatan.

“Kami masih menunggu izin dari Bupati Bangkalan mengenai konsep itu,” ujarnya.

Menurut Faisol, dia juga akan segera melakukan pembenahan TRK. Mulai dari lampu, sarana dan keamanannya. Katanya, nantinya TRK akan menjadi wisata kuliner.

“Supaya bisa lebih menggeliat lagi wisata di Bangkalan dan pendapatan asli daerah (PAD),” tuturnya.

Dia menjelaskan, realisasi pemindahan ini akan dilakukan bulan Desember mendatang. Desain dan bentuk kiosnya nanti akan dirancang oleh Dinas Koperasi dan UMKM Bangkakan.

Mengenai tarif retribusi masuk TRK, lanjut dia, memang wajib retribusi. Ketika nanti ini diberlakukan, pihaknya belum bisa memastikan apakah pengunjung dikenai tarif dua kali atau tidak. Sebab, selama ini jika ada pengunjung yang akan ke TRK dikenakan retribusi dua kali.

“Kami akan rapatkan kembali nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setkab Bangkalan Muhammad Fahri menegaskan, pemindahan PKL ini hanya pedagang yang berada di sisi selatan SGB. Kemungkinan katanya, ada sekitar 20 PKL saja.

“Pemindahan hanya sisi selatan dan akan dibuatkan kios yang bagus dan dipindah ke TRK. Yang PKL bagian tengah, akan kami bantu dengan kanopi,” jelasnya.

Lebih lanjut Fahri menjelaskan, jika tujuan relokasi itu SGB akan dijadikan lokasi untuk latihan piala dunia U-20. Jika dipindah dan dibangunkan permanen tersebut, dia yakin, SGB akan bersih atau tidak kumuh lagi.

“Sedangkan yang tengah ini, rencananya akan kami pindah ke belakang sebenarnya, tapi takut tidak muat,” tuturnya. Sejauh ini, proses pemindahan tersebut masih 22 persen. Pertengahan Desember pembangunan kios harus selesai.

“Nanti rembukkan lagi, anggaran Rp180 juta untuk pembangunan kiosnya saja, termasuk perencanaan dan pengawasan,” tandasnya. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *