PKS Sumenep: Caleg Mantan Napi Tidak Pengaruhi Elektabilitas

Pemilu104 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumenep Rimbun Hidayat memang sudah mempertimbangkan sejak awal terkait salah satu bakal calon legislatif (bacaleg) anggota DPRD Sumenep pada Pemilu 2024 yang merupakan mantan narapidana (napi).

Sebab, meski pernah menjalani hukum pidana, kasusnya masih wajar, hanya pertikaian saja dengan sesama masyarakat. Bukan kasus berat seperti narkoba, korupsi, perzinahan, pembunuhan dan yang lainnya.

Artinya, yang bersangkutan, yakni bacaleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumenep II merupakan kasus ringan, sehingga secara aturan tidak ada yang dilanggar, sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep meloloskan sebagai bacaleg.

“Tentu itu memang dipertimbangkan sejak awal, kami bersyukur salah satu bacaleg mantan narapidana yang kami daftarkan memenuhi syarat dan telah masuk DCS (daftar calon sementara),” kata Rimbun.

Baginya, karena sudah tidak melanggar regulasi dan sudah dinyatakan lolos, berarti tidak ada sanksi sosial. Artinya, tidak akan berpengaruh terhadap elektabilitas bacalegnya.

Sejak awal pengajuan bacaleg, pihaknya meyakini bahwa mantan napi tersebut akan memenuhi syarat atau lolos. Sebab memang sudah dikoordinasikan, baik di internal partai maupun dengan KPU Sumenep.

“Kami juga telah mengkonsultasikan masalah itu ke DPW PKS Jatim, dan mereka tidak mempermasalahkannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Sumenep Deki Prasetiya Utama menjelaskan, selagi tidak ada aduan dari masyarakat dan persyaratan administrasinya lengkap maka pasti dinyatakan lolos.

Sementara bacaleg anggota DPRD Sumenep yang dinyatakan TMS dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu ada persyaratan-persyaratan yang tidak terpenuhi, sedangkan yang PKS sendiri dinyatakan MS karena memang administrasinya sudah sesuai ketentuan.

Pihaknya mengaku sangat hati-hati, yang pasti bacaleg yang masuk DCS maupun tidak, sudah sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 10 tahun 2023.

“Satu bacaleg yang dinyatakan memenuhi syarat dan masuk dalam daftar calon sementara (DCS) karena ancaman hukumannya tidak sampai lima tahun, pidana ringan,” jelas dia.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Baca Juga:  Bakal Caleg PKS Sumenep Diprediksi Akan Berguguran karena Ijazah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *