Plafon Pasar Tanah Merah Ambruk, Disdag: Tanggung Jawab Kontraktor

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) RUSAK: Terlihat atap pasar Tanah Merah yang baru dibangun jatuh.

Kabarmadura,id/Bangkalan-Revitalisasi Pasar Tanah Merah baru rampung pada tahun 2019 silam. Namun,  belum sempat ditempati, plafon atap gedung baru tersebut mulai runtuh.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan (Disperindag) Bangkalan Sutanto mengatakan, kerusakan yang terjadi di Pasar Tanah Merah tersebut masih tanggung jawab kontraktor. Sebab, bangunan tersebut dalam masa pemeliharaan dan masih belum diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Bacaan Lainnya

“Itu masih dalam masa pemeliharaan sampai Juni. Jadi selama belum ada penyerahan, maka pihak kontraktor harus memperbaiki,” ungkapnya.

Sedangkan kerusakan yang terjadi di atap kios yang baru dibangun itu, Sutanto mengatakan, pihaknya sudah melaporkan temuan-temuan itu kepada pihak penyedia atau kontraktor. Dia mengaku akan mendesak kontraktor segera memperbaikinya.

“Masa pemeliharaan 180 hari, kalau tidak segera diperbaiki, kami tidak akan memberikan P2 dan klaim jaminannya,” tuturnya.

Masih menurut Sutanto, secara fisik gedung tersebut telah berdiri. Rencananya sendiri, Pasar Tanah Merah ini akan ada tambahan pembangunan lanjutan dan ditempati tahun 2021.

Sebab, saat ini rollingdoor dan keramik belum sepenuhnya terpasang dan diperlukan anggaran tambahan Rp5 miliar. Tak hanya itu, pihak Dinas Perdagangan (Disdag) juga merencanakan pembangunan lanjutan pasar hewan dengan total kebutuhan anggaran Rp53 miliar.

“Pengajuan sudah dilakukan namun anggaran belum kami dapat. Akan kami lakukan pengajuan ulang di 2021 semoga disetujui,” ungkapnya.

Mengenai penundaan penempatan pasar tersebut, pihaknya mengaku, telah melaku menyampaikan hal tersebut pada kepala Pasar Tanah Merah. Artinya, para pedagang harus menunggu lebih lama lagi untuk menempati pasar ini.

“Untuk info mundurnya jadwal ditempatinya gedung baru sudah kami sampaikan ke kepala pasar agar disampaikan ke pedagang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Rokib menyayangkan kerusakan yang terjadi di pasar Tanah Merah tersebut. Ia juga mengungkapkan, turut prihatin pada kondisi para pedagang.

Untuk itu, dia mendesak agar Disdag menjemput bola dan mempertanyakan kendala terhambatnya proses tersebut, juga mengenai kerusakan atap yang terjadi di sana.

“Proses hibahnya juga terbilang cukup lambat, Disdag sebisa mungkin harus bisa melakukan koordinasi dengan kontraktor mengenai ini,” tandasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *