PLTD Masalembu Terbengkalai tanpa Pengelola, Warga Merasa Dianaktirikan Pemkab

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) TIDAK BERFUNGSI: Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kecamatan Masalembu dibiarkan tanpa pengelola.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Semenjak awal tahun 2021, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di kepulauan, tepatnya di Kecamatan Masalembu diterlantarkan tanpa pengelola. Sehingga tidak jarang, warga mengeluh sebab listrik selalu padam.

Hariyanto salah satu masyarakat Kepulauan Masalembu mengutarakan, di kepulauan terkesan selalu dianaktirikan, mulai dari layanan kesehatan, hingga pelayanan listrik. “Masak sudah kurang lebih 8 bulanan kami tidak menikmati listrik dari pemerintah. Padahal, meski sudah terbiasa, hidup tanpa listrik itu sangat tidak enak,” keluhnya, Selasa. (14/9/2021).

Ia menyayangkan, selama ini pemerintah terkesan tidak memperhatikan. Buktinya, pengelola mundur sebab tidak dibekali biaya perawatan. Dampaknya, terjadi pemadaman selama berbulan-bulan.

“Kami sudah curiga, wah jangan-jangan nanti padamnya tidak hanya sebulan. Ternyata benar saja, pada awal tahun, kami sudah tidak menikmati listrik pemerintah, padahal kami bayar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Fadholi selaku penanggung jawab mengatakan, bahwa pihaknya belum menemukan pengganti pengelola yang telah mengundurkan diri.

“Kami sempat menawarkan ke beberapa perusahaan, namun hingga sekarang, masih tidak ada pengelola, masih proses pencarian,” kata Fadholi.

Dia mengaku sudah mencari pihak pengganti. Pihaknya memiliki kriteria tertentu dalam melakukan penjaringan. “Idealnya sih yang mampu secara finansial, mempunya teknisi yang mumpuni. Namun, jika tetap tidak menemukan, maka nanti siapa yang mau saja” paparnya.

Sebelumnya, lantatan mengalami kerugian terus menerus, pengelola PLTD di Masalembu, Koprerasi Energi dan Ketenagalistrikan (Koperlindo) menyatakan mundur per tanggal 1 Februari 2021. Koperlindo telah lima tahun mengelola PLTD itu.

Reporter: Rozin

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *