PLTD Rusak, Koperlindo Keluhkan Tidak Adanya Biaya Perawatan

  • Whatsapp

Kabaramadura.id/Sumenep– Koperasi Energi Kelistrikan Indonesia (Koperlindo) Jawa Timur merilis, akan ada pemadaman listrik selama satu bulan di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep. Salah satu sebabnya adalah pemerintah daerah tidak menganggarkan secara khusus untuk perawatan Pembangkit Listrik Tenaga (PLTD).

Direktur Koperlindo Jatim Hairul Anwar menyampikan, selain tidak ada anggaran khusus, keberadaan PLTD di pulau yang melingkari tiga pulau utama yaitu Pulau Masalembu, Pulau Masakambing, dan Pulau Keramaian jauh dikategorikan ideal.

“Idealnya, minimal ada dua PLTD untuk menikmati 12 jam listrik. Kan kalau hanya satu maksimalnya itu 8 jam dan itu yang dinikmati masyarakat Masalembu selama ini. Sehingga apabila ada kerusakan alat seperti ini minimal kan masih ada yang bisa dinikmati,” katanya, Kamis (22/1/2019).

Lelaki yang sekarang ini juga menjadi Ketua Asosiasi Sepakbola Seluruh Indonesia Kabupaten (Askab) itu juga menyebutkan, untuk memaksimalkan listrik secara maksimal, yaitu menikmati listrik selama 24 jam penuh, maka dibutuhkan 4 PLTD.

Termasuk sepanjang operasional, sekitar 6 tahun PLTD di kepulauan tersebut, biaya perawatan selalu dibebankan kepada pihaknya. Dan sementara untuk durasi 30 hari pemadaman yang dijanjikan merupakan waktu yang sudah dikalkulasi secara maksimal.

“Kurang lebih 200 juta yang kami anggarkan selama 6 tahun ini, semoga cepat selesai saja. Karena mesinnya sudah kami bawa ke bengkel, dan semoga tidak lama juga, agar kondisi listrik bisa dinikmati kembali oleh masyarakat sana,” imbuhnya.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Sumenep melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) selaku instansi yang bertanggung jawab atas keberadaan PLTD Moh Ramli mengakui bahwa memang pemerintah tidak menyediakan dana khusus untuk perawatan PLTD.

Termasuk jumlah PLTD memang selama ini masih kurang maksimal melayani masyarakat kepulauan. Meskipun sempat direncanakan tahun sebelumnya, tetapi dikarenakan anggaraan tidak memadai, rencana itu tidak terlaksana.

“Tetapi tahun ini kami sudah melakukan koordinasi dengan PLN insyaallah akan dilaksanakan pengaliran ke Masalembu, karena kami anggap itu lebih efesien,” tanggapnya. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *