PMB Bangkalan Temukan Makanan Berbahan Formalin

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BERBAHAYA: Ikan dan bahan makanan segar di Pasar Tradisional Bangkalan terindikasi mengandung formalin atau boraks.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Hasil tangkapan ikan yang dijual di pasar diduga kuat berbahan formalin. Bahkan bahan makanan lainnya, berupa tahu juga mengandung zat yang cukup berbahaya. Kondisi itu, diketahui oleh Aliansi Pemuda Madura Bersatu (PMB) yang sebelumnya terjun ke lapangan.

Sebab tekstur ikan maupun tahun cukup berbeda. Yakni, mengarah pada indikasi kandungan formalin atau boraks. Temuan tersebut, menjadi bahan perbincangan dengan internal Komisi D di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan, Kamis (23/12/2021).

“Kami kesini untuk memberitahu bagaimana kondisi atau kekhawatiran masyarakat dengan temuan bahan makanan yang dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya,” ujar Ketua PMB Bangkalan Soleh.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, hasil temuan di lapangan sudah melalui proses uji coba dengan membandingkan ikan yang mengandung formalin dan ikan yang masih segar hasil tangkap nelayan. Bahkan uji coba tersebut juga dilakukan pada bahan makanan berupa tahu  yang dijual di pasar tradisional.

“Kami sudah membuktikan sendiri dan memang ada bahan kimia yang cukup berbahaya (formalin red). Jadi bukan tidak mungkin peredarannya semakin meluas jika dibiarkan,” ucapnya.

Atas dasar itulah Soleh meminta, agar pemerintah ikat andil dalam mengawasi peredaran bahan makanan yang mengandung zat berbahaya. Terutama, pengawasan terhadap bahan makanan yang diperjualbelikan di pasar tradisional. “Ini butuh pengawasan ketat, agar masyarakat aman dari ancaman bahaya ini,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Indah Sri Wahyuni mengaku, upaya pengawasan pada bahan makanan segar bukan menjadi wewenangnya. Melainkan langsung dari Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan (BPOM).

“Kami hanya berwenang mengawasi makanan ringan dan instan rumah tangga saja. Tapi kami tetap mengedukasi warga untuk memilih bahan makanan yang layak. Hanya saja, kegiatan ini minim anggaran atau dananya terbatas,” responnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan memaparkan, persoalan yang dilaporkan oleh PMB cukup sulit. Sebab jika formalin ada pada ikan, maka memang biasa digunakan agar ikan tetap segar setelah menepi. Sehingga jika yang berwenang hanya BPOM, maka akan diagendakan inspeksi mendadak (sidak) dan pemeriksaan di pasar.

“Nanti akan kami panggil BPOM untuk sidak bersama dan dari sana kami nanti akan mengedukasi masyarakat,” janjinya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.