PMI di Sampang Tanpa Karantina Cukup Isoman

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) TIDAK TERBENDUNG: Jumlah kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Sampang terus bertambah.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Gelombang kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten  Sampang beberapa bulan terakhir, mengalami peningkatan cukup signifikan. Meski demikian, pemkab tidak memberlakukan karantina bagi para pejuang devisa yang baru tiba itu. Melainkan, hanya cukup diminta melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing- masing.

Berdasarkan Data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dan Tenaga kerja (DPMPTSP dan Naker) Sampang, mencatat mulai 30 April lalu hingga saat ini jumlah PMI yang difasilitasi proses kepulangannya mencapai 2.464 orang. Terakhir, penjemputan PMI oleh jajaran pemkab dari RS Sukolilo Surabaya sebanyak 28 orang, jumlah itu diproyeksikan masih akan terus bertambah.

Bacaan Lainnya

“PMI yang dijemput langsung di transit ke Posko Covid-19 yang ada di jalan Wijaya Kusuma untuk dilakukan pemeriksaan, setelah itu langsung dipulangkan. Saat ini, kami tidak memberlakukan karantina, cukup diminta isoman di rumah saja,” ujar Plt Kabid Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja DPMPTSP Naker Sampang Agus Sumarso.

Lanjut dia, tidak semua PMI dapat difasilitasi proses pemulangannya, ada sebagian yang memilih untuk pulang secara mandiri. Bahkan dirinya mengaku, masih menahan sebanyak delapan paspor milik para pejuang devisa itu, lantaran yang bersangkutan pulang secara tersembunyi dari asrama haji Surabaya beberapa waktu lalu.

“Kemungkinan besok Selasa (3/8/2021) ini, masih ada penjemputan PMI lagi, tapi untuk jumlahnya belum diketahui,” ulasnya.

Sedangkan, untuk jumlah PMI yang masih berada di luar Negeri, hingga kini tidak bisa terdeteksi. Sebab, hanya mendata PMI yang berangkat melalui jalur legal. Sedangkan di Sampang, mayoritas berangkat dari jalur ilegal, pada tahun 2020. Bahkan, warga Sampang yang mendaftar untuk menjadi PMI hanya sekitar 67 orang.

“Kami tidak bisa memprediksi jumlah PMI, hanya mendata yang difasilitasi pemulangannya, yang jelas, jumlah kedatangan PMI ini masih terus bertambah,” tukasnya. (sub/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *