oleh

PMII Pamekasan Gelar Konfercab ke XXX

Kabarmadura.id/Pamekasan– Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan gelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXX. Mengusung tema “Positioning PMII Pamekasan dalam menghadapi bonus demografi”, kegiatan itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e di Mandhapa Agung Ronggosukowati.

Kegiatan yang akan berlangsung mulai 10 hingga 13 Februari tersebut, akan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan konfercab yang berisi beberapa sidang yang diikuti oleh setiap Pengurus Komisariat PMII di wilayah koordinasi Cabang Pamekasan, dan akan diakhiri oleh sidang pemilihan ketua Umum PMII cabang Pamekasan untuk periode 2019-2020, yang nantinya akan dipusatkan di aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Jalan R Abdul Azis, No 95 Pamekasan.

Ketua Umum PC PMII Pamekasan Lian Fawahan menyampaikan, melalui kegiatan Konfercab ini PMII Pamekasan ingin menyampaikan bahwa, kader PMII hari ini tak hanya diminta untuk memupuk ideologi dan mengasah intelektualitas saja, melainkan kader PMII hari ini harus mampu menjawab segala pertanyaan-pertanyaan dari problema global hari ini, dan juga harus mampu mengejar segala bentuk ketertinggalan yang selama ini dialami, baik dari sektor ideologi, kebangsaan, ekonomi, sosial dan budaya, terlebih di 4.0 dan era bonus demografi ini pemuda dipaksa untuk berpacu lebih kencang karena tantangan kedepan akan semakin kompleks dan kecanggihan serta kecepatan teknologi akan semakin tak terelakkan.

“Kader PMII hari ini tidak boleh hanya berpikir tentang cara merawat ideologinya, melainkan kader PMII hari telah dihadapkan dengan era yang kita tidak boleh lagi bersantai-santai saja, karena kedepan segalanya akan semakin cepat dan kita akan dituntut untuk semakin kreatif dengan kecepatan yang optimal,” paparnya.

Lebih lanjut Lian menyebutkan, bahwa dengan munculnya berbagai fasilitas berbasis teknologi, platform berbasis teknologi, serta platform digital lainnya hal itu secara tidak langsung adalah suatu genderang perang untuk semua pemuda Indonesia terlebih lagi kader PMII, bahwa hari ini di era ini, warga PMII harus sangat kreatif dan serba cepat, karena jika lengah dan hanya bermalas-malasan, maka jelas  akan tertinggal sangat jauh dan hanya akan menjadi para konsumen.

“Munculnya teknologi serba gadget dan lain-lain, itu secara tidak langsung panggilan perang, untuk kita lebih kreatif lagi, dan harus cepat, sebab jika terlambat kita akan tertinggal dan hanya akan menjadi konsumen,” rincinya.

Dirinya berharap, Konfercab tidak hanya menjadi ajang pemilihan pimpinan, melainkan juga betul-betul menjadi media evaluasi untuk kepengurusan cabang di periode berikutnya, karena dalam prosesnya Konfercab akan membahas banyak hal, tentang kebutuhan dan kepentingan organisasi kedepan, dan hal yang dinilai sangat penting, mengingat konfercab adalah forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang.

“Konfercab bukan hanya tentang pemilihan pimpinan, tapi di dalamnya banyak sekali hal-hal penting yang dirumuskan dan ditetapkan secara bersama, untuk kebutuhan dan kepentingan organisasi kedepannya” ungkap mantan Presiden Mahasiswa IAIN Madura terebut.

Terkahir Lian berharap, semoga calon dapat berkotestasi dengan sportif dan siapapun yang terpilih, mampu menjalankan amanah dan bisa membawa pmii pamekasan kedepan lebih baik lagi, yang baik silahkan dilanjutkan yang buruk silahkan diperbaiki.

“Saya harap para calon bisa bersaing secara sehat dan sportif, dan semoga mampu membawa PMII kedepan lebih baik lagi, yang baik pertahankan yang buruk perbaiki,” pungkasnya. (km53/pin)

Komentar

News Feed