oleh

PN Bangkalan Diminta Tahan Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual

KABARMADURA.ID, BANGKALAN  – Terdakwa Muhmidun Syukur (44), asal Desa Bragang, Kecamatan Klampis, Bangkalan, bisa merasakan kebebasan meskipun dalam status terdakwa. Padahal terdakwa dugaan pelecehan seksual tersebut seharusnya ditahan. Sebab, dalam fakta persidangan terdakwa diketahui terbukti kuat melakukan pelecehan seksual.

Ahmad Mudabir perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Bangkalan HMPB menegaskan, kasus yang sudah masuk dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan tersebut disayangkan. Sebab, pelaku tidak dilakukan penahanan.  Seharusnya masuk tahanan kota lantaran dugaan pembuktian sudah kuat.

”Kami menyayangkan karena kasus seperti ini seolah menjadi hal sepele di Bangkalan,” katanya.

Berdasarkan barang bukti (BB) yang diserahkan oleh korban pelecehan seksual, salah satu guru TK, atas inisial NA (24) warga Desa Glintong, Kecamatan Klampis setempat, sudah selayaknya dilakukan penahanan di balik jeruji.

”Menurut KUHAP Bab V bagian kedua pasal 20/31 penahanan bukan hanya dimiliki oleh penyidik, tetapi juga dimiliki oleh kejaksaan umum dan hakim,” sebutnya.

Oleh sebab itu, pria yang kerap dipanggil Jabir itu mendesak pihak PN Bangkalan, agar melakukan penahanan kepada terdakwa. Sehingga ketika demikian, hakim dapat lebih serius lagi dalam pelaksanaan tahapan persidangan.

”Hakim harus bersih dari intervensi siapapun, tidak boleh bermain mata, karena Pengadilan adalah tempat pencari keadilan,” paparnya.

Sementara Wakil Majelis Hakim PN Bangkalan, Baginda  Radjoko Harahap menyampaikan, permintaan dari massa audiensi tersebut akan dilakukan kajian. Karena hakim yang menangani sidang perkara pelecehan seksual ada tiga hakim.

”Kami akan sampaikan kepada para hakim, agar ini menjadi perhatian dan bahan pertimbangan,” tuturnya.

Diketahui pelaksanaan sidang lanjutan atas kasus pelecehan seksual ini akan digelar minggu depan. “Semoga dengan adanya pengawalan dari HMPB ini bisa menjadi penerang buat mengambil keputusan,” pungkasnya. (km59/mam)

Komentar

News Feed