PN Sampang Putuskan Rusmiati Tidak Terbukti Human Trafficking

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ Dokumen)

Kabarmadura.id/Sampang-Setelah dinyatakan lolos dari jerataan dugaan perdagangan manusia (human trafficking),terdakwa Rusmiati (49) akhirnya diputus dan divonis dengan perkara perlindungan buruh migran Indonesia oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Minggu (3/5/2020).

Terpidana itu terbukti tanpa izin tempatkan buruh migran, sehingga dijatuhi 10 bulan kurangan dan denda Rp10 juta.

Bacaan Lainnya

Warga Selong Permai, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang itu, awalnyadidakwa melakukan perdagangan manusia atau human trafficking.Tetapi setelah mendengarkan keterangan ahli, yang bersangkutan dijatuhi vonis perkara perlindungan buruh migran Indonesia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Anton Zulkarnaen mengatakan, terdakwa Rusmiyati sebelum dituntut dengan kurungan 1 tahun empat bulan berdasarkan perkara perlindungan buruh migran.

Penuntutan terhdap terdakwa itu, berdasarkan keterangan dari dua ahli yang mengatakan perkara terdakwa masuk ke dalam kategori perlindungan buruh migran, bukan masuk pada kategori tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking.

“Pada Minggu kemarin itu terdakwa sudah diputus 10 bulan penjara denda Rp10 juta dan subsider dua bulan kurungan penjara. karena terbukti tanpa izin menempatkan buruh migran, dan semua sudah sama-sama menerima putusan ini,” ucap Anton Zulkarnaen, Selasa (5/5/2020).

Sementara itu, Penasehat Hukum Rusmiati, Arman Saputra menegaskan, bahwa kliennya saat ini sudah menjalani sidang pembacaan putusannya. Sebelum divonis, pihaknya mengaku sudah mendatangkan satu saksi ahli dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk memastikan perkara kliennya tersebut bukan masuk dalam kasus human trafficking, alhasil terdakwa divonis atas perkara perlindungan buruh migran Indonesia.

“Kami tidak banding, karena terdakwa sudah menerima putusan ini, jadi perkara ini sudah mempunyai kekuatan hukum tetap,” singkatnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *