PN Sumenep Tolak Gugatan Sengketa Tanah di Pragaan Daya, Kuasa Hukum Penggugat Siapkan Gugatan Susulan

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID | SUMENEP – Pengadilan Negeri (PN) Sumenep telah memberi keputusan atas sengketa tanah di Pragaan Daya, Pragaan, Sumenep dengan hasil menolak gugatan, Kamis (21/10/2021). Alasan PN setempat ialah gugatan sengketa luas tanah kurang sesuai.

Kendati demikian, kuasa hukum penggugat Achmad Agung Indra Yasid menegaskan, pihaknya tidak bakalan jera, serta memastikan akan melayangkan gugatan yang kedua kalinya.

Bacaan Lainnya

Sebab, dalam pandangannya, sidang putusan tersebut tidak dapat diterima dengan alasan tidak adanya kesamaan antara petitum dan porsita. Sehingga, pihaknya memutuskan untukmengajukan gugatan ulang untuk kedua kalinya.

“Sidang putusan tadi tidak dapat diterima karena tidak ada kesamaan antara petitum dan porsita sehingga akan kita ajukan gugatan ulang untuk kedua kalinya untuk memperbaiki gugatan yang sekarang,” kata kuasa hukum penggugat tersebut kepada Kabar Madura.

Diketahui, sengketa tanah itu berawal dari warga Pragaan Daya Achmad Rosyidi melalui Yayasan Universitas Madura Biro Bantuan Hukum yang menggugat Achmad Munarah dan koleganya. Sebab, penggugat menilai mereka melawan hukum, karena menguasai tanah milik almarhum nenek moyangnya Rasik B Minadri.

Itu dibuktikan dengan buku Leter C Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep dengan nomor Kohir 212 Persil 14a Kelas III dengan luas keseluruhan kurang lebih 870 m2 atas nama Rasik B Minadri. Akan tetapi, objek yang menjadi sengketa ialah seluas kurang lebih 200 m2.

Sementara itu, kuasa hukum tergugat Syafrawi mengapresiasi dan berterima kasih atas putusan dari hakim yang menolak gugatan. Dia juga mengaku, sejak awal sudah memprediksi pihaknya akan menang dalam sidang itu.

Reporter: Taufiq Hidayat

Redaktur: Syahid Mujtahidy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *