POBSI Siap Cetak Atlet Berprestasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) KOMPAK: Nuansa latihan bersama atlet lokal Sumenep di tengah keterbatasan fasilitas.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Meski tidak ada kejuaraan aktivitas atlet di bawah binaan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumenep, tetap istiqomah latihan sebagai persiapan meraih  prestasi di berbagai tingkatan kompetisi.

Terbukti, tahun ini sempat ada laga kejuaraan biliard independen week  se-Madura, dan perwakilan atlet Kota Keris memboyong penghargaan sebagai juara di laga bergengsi yang diikuti 128 peserta tersebut.

Bacaan Lainnya

Selain itu, ada juga turnamen biliar bola 9 se-Madura pada momentum hari jadinya ke-8. Turnamen tersebut diikuti empat kabupaten di Madura; dan perwakilan Sumenep berhasil menjadi  juara.

Ketua POBSI Sumenep, Sugeng Budiarto menjelaskan, meski turnamen yang biasa digelar setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tahun ini belum digelar, persiapan atlet terus digodok.

” Berhubung pada tahun ini ada  pandemi, maka tidak ada kejuaran dari pemprov. Namun, untuk persiapan, 8 klub yang ada di sini inten latihan dan siap juara,” katanya, Minggu (3/1/2020).

Artinya, terbukti dengan meletakkan nama di papan kejuaran kompetesi lokal tentunya menjadi modal untuk mempersiapkan mental di laga yang lebih bergengsi. Apalagi memang semangat berlatih para atlet sudah tidak dapat diragukan lagi.

Sugeng melanjutkan, guna merawat dan melestarikan cabang olahraga (cabor) tersebut, POBSI terus melakukan pembinaan dan seleksi atlet usia dini. Apalagi POBSI Sumenep sudah menyiapkan tim pemandu bakat untuk melakukan seleksi tersebut. Tujuannya, untuk mempersiapkan atlet berprestasi di Kota Keris.

“Intinya, jika nanti sudah tidak ada pandemi dan keadaan sudah kembali normal, kejuaran sudah digelar maka Sumenep siap ngirim  untuk meraih prestasi,” imbuhnya.

Dia tetap berharap pembinaan atlet terus didukung oleh pemerinta. Terlebih mengenai sarana dan prasarana penunjang yang memang diajukan sejak lama namun masih belum direspon. Sehingga hal itu menjadi salah satu penghalang normalnya latihan.

“Termasuk stik yang kami ajukan tak  kunjung direspon; di sini masih menggunakan meja kecil, sementara di kejuaraan rata-rata meja besar, sehingga itu sangat berdampak pada stabilitas cabor ini,” pungkasnya (ara/km58).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *