Poktan Sokobanah, Ternak Sapi Modern Berdayakan Puluhan Pekerja

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) TERNAK MODERN: Kelompok tani Bangun Sari pekerjaan puluhan pengangguran

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Menjadi desa mandiri dan berkembang tentu banyak cara yang dilakukan oleh desa. salah satunya dengan memberdayakan kelompok tani (poktan). Seperti Poktan Bangun Sari membuka lahan pekerjaan bagi puluhan pemuda. Dengan cara beternak sapi, puluhan putra desa dilibatkan di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang.

Konsep peternakan ini memakai konsep modern dan berdaya guna. Poktan membangun kandang dengan kapasitas 50 sapi. Mulai cara penggunaan pakan sampai pengelolaan limbah kotoran sapi menggunakan cara modern.

Bacaan Lainnya

Pakan sapi menggunakan sistem kompos dari jerami. Sementara kotoran sapi diolah menjadi pupuk organik untuk dijual kepada petani.

“Kami kelola dengan efisien proses penggemukan sapi,” kata Tajuz Suki sebagai Pembina Poktan Bangun Sari.

Dikatakannya, konsep ternak modern ini sebenarnya tidak jauh beda peternak lain. Namun cara pengelolaannya lebih praktis dan efektif. Kandang tidak bau dan pembuangan kotoran tidak memakan tenaga dan waktu banyak.

“Disini awalnya banyak pengangguran. Alhamdulilah dengan adanya ini kita pekerjakan sekitar 30 orang. Mereka dilibatkan dalam pengelolaan,” katanya.

Tajuz mengungkapkan, pengelolaan poktan fokus pada penggemukan. Beli sapi dengan harga murah. Tapi dalam tiga bulan bisa mendapatkan hasil. Nah, hasilnya akan digunakan untuk pembayaran gaji pekerja.

“Kotoran sapi kita kelola menjadi pupuk organik. Kebetulan disini wilayah pertanian. Belum kita produksi banyak sudah ada pesanan dari petani di sekitar kandang,” ungkapnya.

Penggiat pertanian dan peternakan Kabupaten Sampang, Agus Widji menambahkan, pihaknya selalu mendukung masyarakat yang hendak beternak dengan cara modern.

“Cara ini berbeda dari cara beternak tradisional yang dilakukan masyarakat selama ini. Di daerah lain juga sudah ada yang menerapkan,” katanya.

Dijelaskannya, jika cara modern ini lebih simpel. Dengan jumlah sapi yang banyak hanya membutuhkan sedikit orang yang merawat. Terkecuali ada pengelolaan lain.

“Misalkan dari pakan sapi. Sekali kita mengolah cukup untuk tiga bulan bahkan bisa hampir setahun. Jadi, pemilik tidak lagi mencari rumput setiap hari,” tuturnya.

Terpenting, lanjut Agus Widji, pakan hemat tenaga, kandang bersih dan sapi gemuk terawat. “Kami dari Dinas Ketahanan Pangan Sampang siap mendukung,” pungkasnya.(man/mam)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *