Polda dan Polres Bangkalan Sasar Penggunaan Senpi Ilegal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) ILEGAL: Kapolda Jatim Irjen Nico Arfinta dan Kapolres  Bangkalan AKBP Alith Alarino menunjukkan barang-bukti (BB) senjata api (senpi) ilegal di halaman Polres Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Upaya pengungkapan sindikat penjualan atau penggunaan senjata api (senpi) ilegal mulai digalakkan. Sebab, di daerah yang memiliki jargon kota dzikir dan sholawat kerap kali menjadi langganan kasus penembakan. Bahkan, sudah ada dua kali kejadian penembakan dan upaya pembunuhan menggunakan senpi.

Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Arfinta menyampaikan, tindakan kriminal dengan menggunakan senpi merupakan tindakan kejahatan dengan tendensi tinggi. Sehingga, pelaku bisa terancam hukuman hingga maksimal 20 tahun penjara. “Penggunaan senpi ilegal ini sudah jelas tergolong pada kejahatan berat,” ujarnya, Minggu (15/8/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, di Bangkalan ada dua kali kejadian upaya pembunuhan berencana dengan menggunakan pistol sebagai senjata utamanya. Padahal, penggunaan dan kepemilikan senpi sudah jelas dilarang. “Baik yang menggunakan, membawa, memiliki, bahkan pembeli dan penjual bisa dihukum,” ucapnya.

Pihaknya juga mendorong aparat kepolisian di Bangkalan agar tidak sungkan, menahan dan menangkap seseorang yang dengan sengaja ketahuan membawa atau memiliki senpi. “Saya minta langsung diamankan, karena memang membahayakan dan tergolong kejahatan dengan sanksi berat,” ulasnya.

Bahkan meminta dan menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak membeli dan memiliki senpi. Baik dijual dengan surat lengkap atau tidak. Sebab, sanksinya nanti akan sama. “Jadi jangan coba-coba, kami akan segera menindaknya,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino memaparkan, atensi mengenai penggunaan senpi sudah lama diwaspadai. Mengingat, penjualannya semakin massif dengan berbagai cara. “Kami nanti akan memetakan dan akan mencoba melakukan upaya agar bisa mengetahui jaringan penjualannya,” janjinya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *