Polemik Hasil Rapid Test, Timgas Covid-19 Bangkalan Enggan Meminta Maaf

  • Whatsapp
(KM/ISTIMEWA) Agus Zein: Humas Tim Gugus Satgas Covid-19 Bangkalan

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Tuntutan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Hosyan Mohammad kepada Tim Gugus Satgas Covid-19 Bangkalan untuk meminta maaf dan mengembalikan nama baiknya, ditolak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan.

Menurut Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein, tidak ada yang perlu meminta maaf atau mengembalikan nama baik. Sebab, dari awal pihaknya menyampaikan tidak pernah menentang hasil non-reaktif dari pemeriksaan secara mandiri oleh anggota legislatif tersebut.

Bacaan Lainnya

Diketahui, Hosyan sebelumnya dinyatakan reaktif Covid-19 setelah di-rapid test oleh tim dari Dinas Kesehatan Bangkalan. Namun dia tidak terima hasil itu dan melakukan pemeriksaan rapid test dan swab di rumah sakit Surabaya, hasilnya menunjukkan non-reaktif Covid-19.

Agus mengaku malah bersyukur dengan hasil yang keluar atas pemeriksaan mandiri yang dilakukan oleh Hosyan Mohammad.

“Dari awal kami tidak menentang hasil rapid non reaktif dari yang bersangkutan. Karena kami tidak sedang mempolitisasi kesehatan seseorang. Apalagi sekarang keluar hasil swab mandiri negatif, maka saya pribadi turut bersyukur sehingga tidak menambah pasien yang terkonfirmasi Covid-19,” ujarnya.

Tentang terjadi perbedaan hasil rapid test antara yang dilakukan Dinkes Bangkalan dengan rumah sakit di Surabaya, Agus menjelaskan, sudah dijelaskan pendapat medis yang disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Bangkalan dr. Catur Budi, bahwa hasil rapid test bukan untuk memvonis seseorang reaktif Covid-19.

Selain itu, rapid test yang dilakukan di waktu berbeda, juga dimungkinkan hasilnya berbeda.

“Jadi sudah jelas bahwa persoalan perbedaan hasil rapid test sangat tergantung pada dua hal, pertama kondisi imunitas seseorang dan kedua pada alat yang digunakan,” terangnya.

Agus menjelaskan, saat ini semua alat rapid test yang beredar di seluruh Indonesia, pengadaannya mengikuti Daftar Rekomendasi RDT Antibodi Covid-19. Data daftar itu, diperbarui tanggal 15 April 2020 yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.

“Jadi saya kira itu penjelasan saya menyikapi hasil swab yang non-reaktif,” paparnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hosyan Mohammad meminta Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan yakni Dinkes Bangkalan untuk mengembalikan nama baiknya dengan mememinta maaf kepadanya.

Sebab, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinkes Bangkalan berbeda dengan hasil pemeriksaan yang dilakukannya secara mandiri di rumah sakit Surabaya. Bahkan, dia mengaku keluarganya sempat dikucilkan karena oleh masyarakat karena dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test oleh Dinkes Bangkalan.

“Saya ingin nama baik saya dikembalikan oleh Dinkes Bangkalan. Agar nama saya pulih kembali, agar keluarga saya tidak ditakuti dan dikucilkan oleh masyarakat. Minimal harus minta maaf,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *