Polemik Protes Pengadaan Ambulans, Ketua dan Anggota Komisi Tidak Selaras

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ali Masykur dalam sebuah vlogingnya yang nampak memantau keberadaan sejumlah mobil sehat Pemkab Pamekasan yang akan diserahkan kepada pemerintahan desa di  Kabupaten Pamekasan.

Dalam Vlog yang tersebar luas melalui medsos tersebut, Ali Masykur menegaskan sebagai  bagian dari Komisi I DPRD Pamekasan tidak pernah tahu perkembangan hingga mobil tersebut sudah selesai pengadaannya.

Bacaan Lainnya

“Kami sebagai Komisi I lelangnya tidak tahu, seharusnya dinas terkait memberitahu kepada Komisi I, ternyata mobilnya sudah terbeli, dan dibranding di sini, dibranding di Abi Jaya, tapi ditempatkan di komplek Cinema Mall Nyalaran,” ujar Ali Masykur melalui video tersebut.

Terhadap kewenangan pelaksanaan pengadaan barang dan penunjukan pihak pelaksana mega proyek tersebut, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Imam Hosairi menjelaskan bahwa pihaknya sebagai lembaga legislatif tidak memiliki kewenangan untuk mengetahui proses lelang.

Selain itu, tidak ada kewajiban pihak pengguna anggaran untuk melaporkan proses lelang setiap pengadaan barang yang anggarannya disahkan oleh DPRD Pamekasan.

“Ndak, tidak wajib lapor. Apalagi urusan tender pengadaan barang itu ada lembaga tersendiri melalui LPSE. LPSE itu bukan berada di Komisi I mitra komisinya tetapi di Komisi III. Biasanya tidak usah lapor ke DPRD jika mereka (pemkab) mau melelang atau sudah lelang,” ucap Hosairi.

Dijelaskan, pihak Komisi I adalah berperan sebagai pengawas penggunaan anggaran apakah dalam realisasinya sudah sesuai dengan perencanaan saat pembahasan.

Pengadaan mobil sehat tersebut, sebagaimana disampaikan Imam Hosairi, penganggarannya dibahas pada saat pembahasan rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (RAPBD-P) melalui perubahan anggaran kegiatan (PAK) pada tahun 2019 lalu.

“Tentang lelang bukan ranah saya. Saya tidak tahu bagaimana lelangnya,” ulas Imam Hosairi.

Mobil sehat tersebut rencananya akan  menjadi mobil ambulans  untuk operasional sehat seluruh di Pamekasan. Berdasar penelusuran Kabar Madura melalui rencana umum pengadaan   (RUP) mobil tersebut, terdapat tiga kegiatan.

Yakni pengadaan mobil dengan nilai pagu Rp33,6 miliar dengan sistem pengadaan melalui e-Purchasing. Kemudian pengadaan karoseri dan assesoris mobil dengan nilai pagu sebesar Rp1,2 miliar dengan sistem pengadaan tender atau melalui lelang, dan ketiga pengadaan jasa branding mobil dengan nilai pagu sebesar Rp712 juta dengan sistem pengadaan tender atau melalui lelang. (ali/rul/bri/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *