Poli Nyeri RSUD SMart Pamekasan Gratiskan Pelayanan

(FOTO: RSUD SMart for KM) GRATIS: Spesialis Anestesi Fellowship Interventional Pain Management Poli Nyeri RSUD SMart dr. Aceng Apandi sedang mengobati pasien dengan alat radio frekuensi dan fluoroscopy.

KABARMADURA.ID| PAMEKASAN-Poli Nyeri Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan, menyediakan layanan pemeriksaan nyeri membandel. Layanan gratis itu dibuka selama sepekan, mulai 14 Februari hingga 19 Februari 2022. Di hari pertama, empat pasien mengikuti layanan tersebut.

Warga yang mengalami nyeri otot, nyeri lutut, nyeri bahu, nyeri pergelangan tangan dan kaki, serta nyeri punggung bawah bisa datang ke poli nyeri RSUD SMart di lantai bawah. Jam layanan dibuka mulai pukul 08.00 hingga 11.00. Layanan tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Bahkan, hari kedua terdapat sebanyak 10 pasien sudah mendaftar.

Spesialis Anestesi Fellowship Interventional Pain Management dr. Aceng Apandi mengatakan, program itu untuk masyarakat Pamekasan dan sekitar yang mengalami keluhan nyeri. Baik nyeri akut maupun nyeri kronis. Layanan digratiskan, sebagai bentuk kepedulian RSUD SMart terhadap kesehatan masyarakat di daerah yang identik dengan slogan Gerbang Salam.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, rasa nyeri akan timbul seiring bertambahnya usia. Yakni, suatu proses generatif. Sebab lanjut usia (lansia) lebih rentan menderita nyeri. Sehingga sebagai tindakan intervensi, pasien disuntik dengan obat regeneratif. Jarum suntik diarahkan tepat pada daerah penyebab nyeri (pain generator).

“Untuk memastikan ketepatan ujung jarum pada sasaran, kami  menggunakan alat ultrasonografi (USG). Jadi tidak secara buta. Kami menggunakan USG. Ujung jarum benar-benar tepat sasaran. Sehingga hasil terapi itu lebih optimal,”  ujar dokter asal Ciamis, Senin (14/2/2022).

Tidak hanya lansia, usia muda juga berpotensi mengalami nyeri. Menurut dr. Aceng, faktor makanan dan aktivitas yang berlebihan menjadi alasan utama. Bahkan dari empat pasien yang ditanganinya, salah satunya masih berusia 35 tahun. Sebab mengkonsumsi makanan berbahan pengawet (junk food dan fast food) yang berlebihan mudah menimbulkan penyakit generatif.

Risikonya tambah dr. Aceng, dapat mengakibatkan hipertensi, diabetes, kanker dan bisa meningkatkan risiko penyakit radang persendian. Seperti persendian lutut. Injeksi yang diberikan seri (injeksi proloterapi). Sehingga tidak cukup sekali. Sebab prosesnya regeneratif.

“Jadi obat yang diberikan bekerja selama dua sampai tiga minggu. Nanti datang lagi untuk kontrol, kami injeksi lagi agar proses regeneratif terus berlangsung. Lambat laun persendian yang sudah aus akan berangsur membaik sehingga nyeri pun berkurang bahkan menghilang,” ungkap dr. Aceng.

Pihaknya menegaskan, penyakit nyeri sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan bisa menurunkan  produktivitas seseorang. Sehingga harus segera diatasi. Pencegahannya, harus mengurangi aktivitas berlebihan dan menjaga kualitas makan. Namun, penyakit itu bisa hilang secara permanen dan tidak bergantung pada obat, jika penyebab penyakitnya segera diatasi.

“Untuk penanganan nyeri, khusus seperti nyeri akibat HNP, nyeri kanker dan nyeri berat lainnya di RSUD SMart sudah bisa dilayani dengan bantuan alat-alat canggih, seperti radiofrequency dan fluoroscopy,”tegasnya. (*)

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.