oleh

Polisi Curigai Ada Keterlibatan Pelaku Lain, Terkait Dugaan Pemerasan  Oleh LSM

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan dua oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Sampang terus berlanjut. Polisi mendalami motif transaksi yang berakhir dengan operasi tangkap tangan (OTT). Keduanya terus diperiksa oleh tim penyidik Polres Sampang. Hingga kemarin, polisi belum merilis secara resmi soal motif dugaan pemerasan.

Namun, disinyalir kuat adanya bentuk pemerasan dibenarkan polisi dengan adanya barang bukti (BB) berupa uang. Informasi yang dihimpun Kabar Madura, tidak hanya dua orang yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan. Sebelum Amr dan RS (Inisial), ada dua orang lain yang melakukan tindakan yang sama.  Yakni Y dan S (Inisial). Mereka berkomplot, dengan rencana uang yang diminta akan dibagi rata.

“Sebelum dua orang itu, ada dua orang lagi. Permintaan uang beralasan untuk pengamanan. Sehingga, uangnya akan dibagi rata,” kata salah satu saksi dalam pemerasan yang menolak namanya dikorankan, Senin (22/02/2021).

Diakui, sebelum dilakukan OTT, pelaku dengan korban sudah sempat melakukan pertemuan tiga kali. Namun, tidak ada kesepakatan. Sebab, uang yang diminta senilai Rp100 juta. Namun, tawaran turun ke Rp40 juta, hanya saja belum ada kesepakatan. Akhirnya, dua anggota LSM meminta uang senilai Rp 20 juta. Sehingga, pertemuan dilakukan di Jalan Makboel, Kelurahan Polagan, Kabupaten Sampang. “Dua orang sebelumnya juga sempat bertemu. Kemudian yang dua orang ini muncul,” ungkapnya.

Kanit III Tipikor Ipda Indarta Hendriansyah mengaku ,jika kedua pelaku terus diperiksa. Termasuk, adanya uang yang diamankan. Menurutnya,  polisi masih mendalami motif terjadinya dugaan pemerasan. Termasuk, adanya pihak lain yang terlibat. “Sebenarnya yang menangani ini bukan saya mas. Tapi kalau sudah selesai penyidikan akan dilakukan rilis kepada wartawan,” responnya.

Sekedar diketahui, dua pelaku dugaan pemerasan AMR dan RS mengancam melaporkan pekerjaan kelompok masyarakat (pokmas) di salah satu desa. Proyek tersebut dikerjakan oleh kades.  Sehingga oknum anggota LSM minta uang dan mereka melakukan pertemuan. (man/ito)

 

 

Komentar

News Feed