oleh

Polisi Harus Objektif Tangani Kasus Pemerasan

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Tindak pidana kekerasan yang tengah ditangani Kepolisian Resor (Polres) Sampang mendapat perhatian sejumlah pihak. Penegak hukum diharapkan bersikap objektif dan adil dalam melakukan pengusutan kasus.

Hal itu disampaikan Pembina Pusat Kajian Transparansi Anggaran Indonesia (Puskatra Indonesia) Syamsudin kepada Kabar Madura. Pihaknya mengatakan, kasus penangkapan dua LSM menuai banyak persepsi. Antara pasal pemerasan atau operasi tangkap tangan (OTT).

“Meski bukan pejabat negara, tapi kasus yang melatarbelakangi adalah proyek yang bersumber dari uang negara. Jadi, kami berharap polisi menyikapi persoalan ini harus objektif,” katanya.

Syamsudin menegaskan tidak mendukung pelaku pemerasan. Jika dua orang yang ditangkap sebelumnya terbukti memeras, tentu mesti diproses sesuai prosedur. Namun, pihaknya berharap pula cikal-bakal adanya kasus itu juga harus dikembangkan.

“Terkait itu sengaja menjebak atau tidak. Tapi ketika terjadi kekhawatiran dengan adanya ancaman LSM, mestinya tidak perlu memberi uang,” katanya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang saat dikonfirmasi mengaku pengembangan kasus sudah pasti dilakukan. Namun saat ini, pihaknya masih fokus pendalaman pemeriksaan tersangka; apakah ada keterlibatan pihak lain atau ada tindakan pemerasan yang sama dilakukan tersangka sebelumnya.

“Pengembangan sudah pasti kami lakukan. Saat ini kami masih proses dua orang ini. Termasuk proyek yang menjadi pemicu akan kita tindaklanjuti,” ucapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya dua oknum anggota LSM ditangkap saat melakukan transaksi uang. Mereka berinisial AMR dan HZ. Keduanya digelandang ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sampang setelah dicokok di Jalan Makboel, Kelurahan Polagan, Sampang. (man/nam)

Komentar

News Feed