oleh

Polisi Janji Sisir Siswa Pelanggar Protkes di Luar Sekolah

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan  Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), ternyata hanya saat belajar di sekolah.

Sejumlah siswa yang mengikuti PTM terpantau masih banyak yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, terpantau banyak siswa yang tidak bermasker berlalu lalang di sekitar sekolah.

Di sisi lain, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan tengah giat-giatnya memberlakukan penindakan kepada setiap masyarakat yang acuh terhadap protokol kesehatan.

Bahkan, Kasubag Humas Polres Pamekasan Iptu Nining Diah mengungkapkan, pihaknya terus melakukan patroli pemburuan pelanggar protokol kesehatan siang dan malam. Jadwal patroli diberlakukan dua kali yaitu saat pagi dan malam hari.

Patroli itu akan diberlakukan hingga tiga kali dalam sehari, yaitu saat pagi, sore dan malam. Hal itu disebutnya merupakan instruksi dari kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur agar masyarakat semakin disiplin mengikuti protokol kesehatan.

“Nanti kita tambah jam patroli kami, sebelumnya kan dua kali sehari, pagi dan malam, nanti kita tambah jadi tiga kali,” tegasnya.

Sementara Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Harianah mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada seluruh kepala sekolah sebelum diberlakukannya PTM. Imbauan tersebut agar siswa dipantau dan diawasi agar mematuhi protokol kesehatan.

“Padahal kami sudah imbau ke semua kepala sekolah saat vitcon dulu sebelum PTM, agar siswanya disipilin mengikuti protokol,” ungkapnya

PTM untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) sederajat tersebut sudah diberlakukan di Pamekasan sejak 7 September 2020 lalu.

“Pamekasan kan masih zona orange jadi ini percobaan, tapi sudah 50 persen, kalau yang kuning bsudah aktif normal,” ucap Kepala Seksi SMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Pamekasan.

Pada awal pelaksanaan PTM  ini, dibatasi sebanyak 25 persen siswa yang masuk. Jumlah tersebut terus bertambah hingga pada 14 September lalu, dengan diberlakukannya PTM bagi 50 persen siswa sekolah tersebut.(ali/waw)

 

Komentar

News Feed