Polisi Panggil 6 Saksi dalam Kasus Pembobolan Gedung Baru DPRD Bangkalan, Tanggung Jawab Kerusakan di Pihak Kontraktor

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MEGAH: Gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan yang sebelumnya dibobol maling.

Kabarmadura.id/Bangkalan– Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan yang berada di Jalan Halim Perdana Kusuma sebelumnya sempat dibobol maling. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan mengklaim, kerugian akibat pencurian dan perusakan tersebut mencapai Rp315 juta.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Bangkalan. Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sonbraja menyampaikan, telah memeriksa 6 saksi dalam kasus ini. Keenam saksi tersebut berasal dari pihak terkait termasuk petugas kebersihan, tukang dan penjaga gedung tersebut.

Bacaan Lainnya

“Penyelidikan saat ini masih berjalan, tetap kami usahakan secepatnya selesai kasusnya,” ujarnya, Rabu (13/5/2020).

Lebih lanjut, AKP Agus menuturkan, total kerugian berdasarkan penghitungan sementara sekitar Rp150 juta. Pasalnya, kata AKP Agus, kerusakan terjadi seperti pada kran, shower, panel dan CCTV. Mengenai indikasi dugaan pelakunya sendiri,  dia belum bisa mengungkapkan hal itu.

“Kami belum bisa jelaskan dugaan pelakunya dari mana karena masih dalam penyelidikan kami,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Gedung PRKP Bangkalan Nur Taufiq mengatakan, berdasarkan hitungannya, kemungkinan kerugian mencapai Rp315 juta. Untuk kerugian tersebut, katanya, mengenai kerusakan yang terjadi di gedung legislatif yang megah tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor yaitu CV Gala Karya. Sebab, masa perawatan masih belum tuntas.

“Gedung tersebut kan sudah selesai, tapi masa perawatan ini tanggung jawabnya pihak penyedia, sampai 180 hari,” terangnya.

Adapun untuk barang-barang yang hilang, Nur Taufiq menyampaikan, masih akan membahasnya kembali dengan pimpinan dan pihak penyedia. Sebab, ketika gedung selesai barang-barang yang hilang sudah disediakan.

“Karena ini tindak kriminal kami serahkan sepenuhnya pada kepolisian untuk mengusut kasus ini. Kami menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib seperti apa,” tukasnya.

Kasus pencurian itu diketahui pada pagi hari pada Senin (13/4/2020) lalu. Pembangunan gedung di atas lahan seluas 13.250 meter persegi dengan luas bangunan 5.778 meter persegi ini, sebenarnya sudah rampung pada 22 Desember 2019, namun belum diserahterimakan ke DPRD Bangkalan. Sejumlah barang- barang raib di gedung senilai Rp45 miliar itu, antara lain barang elektronik dan peralatan kamar mandi. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *