oleh

Polisi Pastikan Isteri Racuni Suami

Kabarmadura.id/SUMENEP-Kepolisian Resort (Polres) Sumenep telah memastikan bahwa kematian Mistoyo benar-benar diracun oleh istrinya yang sedang mabuk asmara dengan laki-laki lain. Hal itu berdasarkan bukti laboratorium forensik yang dikeluarkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur setelah melakukan penelitian mengenai barang bukti yaitu racun sangkali yang ditemukan di tempat kejadian perkara di Dusun Jandir, Desa Batang-batang Laok, Kecamatan Batang-batang,

Kepala satuan kriminal (Kasatreskrim) Sumenep Tego S Marwoto menjelaskan, setelah melakukan pembongkaran makam korban untuk diotopsi, pihaknya tidak langsung menangkap tersangka karena masih belum mempunyai bukti kuat. Akan tetapi, setelah hasil laboratorium keluar pihaknya langsung menangkap tersangka berinisial INS.

“Hasil dari laboratorium menyatakan bahwa di lambungnya memang ada zat beracun yang sama dengan sangkali  yang ditemukan di TKP,” ungkap Tego saat ditemui Kabar Madura di Polres Sumenep, Senin (4/3).

Sedangkan laki-laki yang menjadi selingkuhan tersangka yang berinisial S berhasil diringkus polisi saat  berusaha melarikan diri ke Kota Jakarta. Hanya saja ia berhasil ditangkap di daerah Kota Serang, Banten. Penangkapan S dan INS tidak bersamaan, tiga hari setelah makam dibongkar, INS mengamankan diri ke polres karena takut diamuk keluarga korban. Seketika itu juga Polres Sumenep melakukan pengejaran terhadap S, warga Desa Poteran, Kecamatan Talango, Sumenep.

“Yang selingkuh itu istri korban dan orang yang mengirim barang ini, racun ini (sangkali, red.). Jadi, suaminya ini dianggap penghalang untuk dia jadian, sehingga timbul rencana untuk menghabisi suaminya,” tambah Tego.

Kronologi pemberian racun kepada korban adalah INS mencampurkan obat sangkali yang biasa digunakan untuk membius ikan di kali tersebut dengan minuman berupa soda, susu sachet, dan telor, yang hendak diminum oleh sang suami. Setelah minum, sang suami kejang-kejang dan akhirnya meninggal di puskesmas terdekat.

Para pelaku dijerat Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau kurungan seumur hidup. (km44/pai)

Komentar

News Feed