oleh

Polisi Pukul Kader PMII, Bupati Pamekasan Pancarkan Sinergitas Sataretanan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Sepak terjangnya selalu memancarkan harmoni. Tidak ada jarak, tiada musuh, selalu mau bertaretan (bersahabat). Itulah yang tampak dalam pola kebijakan dan gaya komunikasi Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam.

Hal itu masih terlihat saat bupati yang akrab disapa Ra Baddrut tersebut menggandeng tangan Kapolres Pamekasan Djoko Lestari bersama Ketum PKC PMII Jatim, Ketum PC PMII dan Ketua IKA PMII Pamekasan di Mandhepa Agung Ronggosukowati.

Pertemuan pada Jumat (26/06/2020) malam itu, dalam rangka menjalin kesepemahaman terkait bentrok mahasiswa dan polisi dalam aksi demonstrasi, sehari sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Ra Baddrut menegaskan, tragedi bentrok aparat dan mahasiswa PMII merupakan kejadian yang tidak diinginkan. Saat itu, dirinya berada di luar daerah. Yakni, menghadiri pertemuan dengan beberapa menteri di Jakarta hingga penerimaan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Mudah-mudahan pertemuan ini bisa mendapatkan nikmat dari Allah SWT, karena kita bersama-sama memiliki keinginan untuk menjaga kondusivitas dan berpondasikan sataretanan. Semua itu menjadi cita-cita keluarga besar PMII sesuai dengan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) yang kita miliki,” ucap Ra Baddrut.

Dalam pertemuan itu, Ra Baddrut mempersilakan kepada forum bergantian menyampaikan pendapatnya tentang tragedi domonstrasi yang berujung bentrok. Penyampaian pendapat dimulai dari Ketum PKC PMII Jatim, Abd Ghani, disusul Ketum PC PMII Pamekasan Moh. Lutfi, dan Kapolres Pamekasan Djoko Lestari.

Ketua PKC PMII Jatim Abd Ghani meminta pemkab dan kapolres untuk menindak tegas pelaku atau oknum aparat yang terlibat bentrok dengan sahabat-sahabat PMII. Menurutnya, PC PMII Pamekasan merupakan salah satu lembaga yang menjadi lumbung untuk menyampaikan aspirasi rakyat.

“Dalam prosedur pengamanan, aksi bisa juga dikatakan ada miskomunikasi. Bahwasanya mahasiswa ini menyampaikan pendapat di muka umum, diatur oleh undang-undang. Kami meminta agar kepolisian mempertanggungjawabkan atas tindakan yang telah terjadi pada kader-kader kami,” ujarnya.

Pihaknya tidak menginginkan persoalan advokasi dan kawalan kadernya dibenturkan dengan aparat keamanan. Sebab pada dasarnya, mahasiswa hanya ingin menyampaikan aspirasi rakyat dan didengarkan oleh semua elemen, baik eksekutif maupun legislatif.

Hal senada diutarakan Ketum PC PMII Pamekasan Moh Lutfi. Pihaknya menginginkan, kejadian tersebut tidak menimbulkan pengangkatan isu demonstrasi tentang galian C ilegal di daerah menjadi bias. Atas dasar itulah, pemkab, polres dan forkopimda diminta untuk tegas menindaklanjuti tentang galian C ilegal tersebut.

“Isu yang kami angkat ini sudah melalui kajian khusus. Terutama mengenai dampak lingkungan hidup akibat galian C ilegal. Mengenai tragedi bentrok, kami menginginkan kepolisian dan pemkab bersinegeri dalam memproses oknum aparat tersebut. Di samping itu, memberikan fasilitas kesehatan terhadap teman-teman kami yang menjadi korban,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan Djoko Lestari menuturkan, penyampaian aspirasi dari PMII memang dilindungi undang-undang. Akan tetapi, dalam pengamanan terhadap berlangsungnya aksi unjuk rasa juga dilindungi undang-undang. Dengan demikian, pihaknya meminta agar ditaati bersama.

“Kami dari petugas keamanan dalam melaksanakan pengamanan tentunya juga diatur oleh undang-undang. Sehingga, penyampaian pendapat yang dilakukan oleh adik-adik bisa tersampaikan, kemudian masyarakat juga tidak terganggu,” responnya.

Mengenai tindakan tegas terhadap oknum aparat, Djoko berjanji akan memproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Menurutnya, penanganan kasus tersebut saat ini sudah dipasrahkan ke Polda Jatim. Pihaknya meminta agar semua elemen bersama-sama ikut serta mengawal proses tersebut.

“Kemudian karena adanya korban yang terkena pukulan, kami siap membantu biaya pengobatan. Terkait tujuan penyampaian pendapat yakni galian C ilegal, nanti bersama-sama forkopimda akan menindaklajuti adanya kegiatan tersebut. Terakhir dari peristiwa kemarin, kami harapkan, tidak menjadi pemantik di wilayah Pamekasan maupun secara nasional,” tukasnya.

Pertemuan tersebut diparipurnai dengan doa oleh Ketua Majelis Kehormatan IKAPMII Pamekasan Dr. KH Shohibudin. Setelah itu, Bupati Ra Baddrut mengajak forum untuk bergandengan tangan dan foto bersama. Pertemuan yang sempat tegang menjadi gayeng kembali. (ito/nam)

 

Komentar

News Feed