oleh

Polisi Ungkap Oknum Guru ASN Pelaku Pencabulan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kasus pencabulan yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tarogan, Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan, menemui titik terang. Ironisnya, pelaku aksi bejat terhadap siswi di bawah umur itu, tidak lain adalah oknum guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ADN). Oknum guru tersebut diketahui berinisial NYN (58).

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengungkapkan, oknum guru itu melakukan aksi tersebut dua kali. Pertama, oknum pendidik tersebut memanggil seorang siswi yang duduk di bangku kelas 1 ke perpustakaan dan melucuti pakaian korban.
Hal itu dilakukan pelaku, pada 23 November 2019 lalu.

Saat itu lanjut AKBP Rama, korban dipanggil pelaku ke ruang perpustakaan. Sesampainya di perpustakaan, tangan korban dipegangkan ke alat kelamin tersangka, yang kemudian digerakan untuk memenuhi nafsu pelaku. Tidak hanya itu, korban juga dibaringkan oleh tersangka untuk melakukan hubungan layaknya hubungan suami istri, namun hal itu gagal.

“Korban saat dipanggil ke perpustakaan sempat dilucuti dan akan ada upaya persetubuhan, namun gagal karena tidak berfungsi (kelamin tersangka,red),” terangnya, Senin (2/12/2019).

Sedangkan kejadian kedua lanjut AKBP Rama, dilakukan pelaku dengan korban yang sama. Hal itu dilakukan pada 25 November 2019. Saat itu, siswi tersebut dipanggil ke depan kelas dan diminta untuk membaca. Saat itu, pelaku meminta salah satu siswi maju ke depan untuk membaca di sampingnya yang sedang duduk. Kemudian, tangan korban juga dipegangkan ke alat kelamin tersangka sampai korban selesai membaca.

“Jadi karena tertutup meja guru di depan, tangan korban diminta untuk memegang alat vitalnya,” ujarnya.

Dikatakannya, jumlah korban dimungkinan akan terus bertambah. Sebab, untuk laporan terbaru, seorang siswa laki-laki di kelas tersebut juga menjadi korban sang guru, namun tidak sampai melakukan hubungan badan. Pelaku mengaku, korban diiming-imingi uang Rp2 ribu untuk menuruti kemauan bejat pelaku.

“Berdasarkan informasi dan pengembangan korban ada dua. Keduanya masih seumuran. Apakah ada korban-korban lagi, masih akan kita dalami,” paparnya.

Lebih lanjut, AKBP Rama mengatakan, pelaku mengidap penyakit diabetes dan memiliki disfungsi alat kelamin. Hal ini diduga menjadi penyebab sang guru meluapkan fantasi birahinya kepada anak di bawah umur.

“Apakah pelaku ini memiliki kelainan pedofile atau tidak belum kita pastikan, nanti akan kita dalami lebih lanjut lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Sedangkan, untuk sanksi yang akan diberikan kepada pelaku, Bambang menyampaikan, akan dikembalikan lagi kepada Inspektorat. Pasalnya, guru tersebut menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

“Semua saya serahkan kepada pihak kepolisian, untuk sanksinya biarkan Inspektorat yang memberikan sanksi tersebut,” tandasnya.

Atas kejadian ini, tersangka akan dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun ditambah 1/3 dari total hukuman dikarenakan yang bersangkutan berstatus sebagai tenaga pendidik. (ina/pin)

Komentar

News Feed