Polres Bangkalan Bekuk Pengguna dan Pengedar Sabu di Lima Kecamatan

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M) TERTANGKAP: Para tersangka pengedar narkotika berhasil diamankan Polres Bangkalan.

KABARMADURA.ID;BANGKALAN-Peredaran barang haram narkotika kian menjadi. Kondisi tersebut, dibuktikan dengan penangkapan yang dilakukan Polres Bangkalan pada 21 Juni kemarin. Sedikitnya, mengamankan sembilan orang yang terjerat kasus narkoba jenis sabu. Rinciannya, enam orang sebagai pengedar dan tiga orang pemakai.

Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino mengatakan, dari penangkapan itu akumulasi barang bukti yang berhasil diamankan 20,26 gram sabu. Meski demikian, hingga saat ini belum bisa memastikan asal jaringan barang haram tersebut diperoleh. Sebab, kasus tersebut masih dalam pengembangan.

“Kami masih terus mencari dari mana mereka ini mendapatkan barang itu. Jadi, belum bisa kami ungkap disini, ini akan terus kami lakukan penyelidikan. Jadi, dari sembilan orang ini, tiga orang hanya pemakai, tiga orang lainnya pengedar dan pemakai, tiga di antaranya hanya pengedar saja. ,” ujarnya, Kamis (1/7/2021).

Menurutnya, penangkapan dilakukan di lima tempat kejadian perkara di lima kecamatan. Yakni, empat kasus di Kecamatan Socah, satu kasus di Kecamatan Bangkalan, satu kasus di Kecamatan Burneh, terakhir Kwanyar dan Burneh masing-masing satu kasus. “Akibat dari perbuatannya akan dikenakan pasal 114 dan pasal 112 UU RI Nomer 2009 tentang Narkotika,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatreskoba Polres Bangkalan Iptu Iwan Kusdiyanto menuturkan, salah satu indikasi belum bisa mengungkap jaringan narkoba tersebut, lantaran ketika salah satu ditangkap hanya menunjuk pada tersangka lainnya yakni pemakai. “Jadi dari sembilan tersangka ini saling kait mengait. Ketika satu tangkap, kami geser menangkap ke lainnya. Artinya, mereka saling berhubungan,” jelasnya.

Sedangkan salah satu tersangka dengan inisial FS mengaku, barang yang didapatkannya dipakai sendiri. Bahkan, berhasil mengamankan narkoba dengan berat 6,9 gram dari tangan tersangka.

“Satu orang 3 gram, tapi tidak langsung dipakai. Bertahap, kalau sudah tidak ada efek dipakai lagi,” tutur FS ketika diperiksa oleh aparat kepolisian. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *