Polres Bangkalan Dinilai Lemah Atasi Kriminalitas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) TERTANGKAP: Banyaknya kasus kriminal di Bangkalan yang tidak terungkap pelakunya, kinerja Polres Bangkalan dinilai lemah.

KABARMADURA.ID;BANGKALAN-Beberapa pekan terakhir, Bangkalan dihebohkan dengan kasus kriminal, mulai pembunuhan hingga pencurian. Namun hingga sekarang, Polres Bangkalan belum bisa menangkap pelaku dari masing-masing kasus itu. Hal itu membuat kinerja Polres Bangkalan jadi sorotan aktivis Bangkalan dan dinilai lemah atasi kriminalitas yang sering terjadi.

Kasus yang disorot itu seperti pembunuhan di Desa Kelbung, Kecamatan Galis yang sudah satu bulan lalu terjadi. Hingga kasus hilangnya penerang jalan umum (PJU) di tengah Kota Bangkalan, bahkan  sampai hilang empat kali tanpa diketahui pelakunya.

“Kami kecewa atas kinerja Polres Bangkalan. Banyak tindakan kriminal yang mangkrak bahkan hilang di tengah jalan,” ujar Ketua PMII Bangkalan Kholil, Minggu (10/10/2021).

Katanya, sebagai aparat penegak hukum (APH), seharusnya dapat menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Jangan sampai tebang pilih dalam mengungkap kasus, meski pelaku merupakan kerabat atau keluarga tokoh masyarakat sekitar. Seperti kejadian yang baru-baru ini terjadi, menurut Kholil, banyak kasus pencurian bermotor (curanmor) yang tidak ada tindakan yang jelas.

“Kasus pembunuhan, begal dan yang paling miris adalah pembakaran oknum terduga pencuri di Kwanyar,” paparnya.

Dari itu, Kholil menilai bahwa ada kelemahan APH tidak hanya pada aspek kinerjanya, tapi juga pada aspek pendampingan dalam upaya proses pemberian penyadaran hukum terhadap masyarakat Bangkalan. Sebab, selama ini dia belum pernah menemukan pihak kepolisian mengadakan semacam upaya sosialisasi atau penyadaran penegakan hukum baik di tingkat polres atau polsek yang cakupannya bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kami turut berduka. Jangan sampai ada main petak umpet dalam penegakan hukum di kabupaten kami, kota Dzikir dan Sholawat ini,” paparnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua umum HMI Bangkalan Muhammad Mukaffi. Dikatakan, dengan deretan kasus kriminal yang belum ada pelaku yang berhasil diciduk, kepercayaan publik terhadap kinerja polres dinilai juga berkurang.

“Yang saya khawatirkan, jika masyarakat sudah tidak percaya terhadap polisi. Kriminal bisa semakin semarak karena merasa dientengkan oleh pelaku,” paparnya.

Dia berharap, Pemkab Bangkalan bisa berkoodinasi dengan pihak kepolisian secara baik. Sebab, tahun 2022 terdapat pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang dua. Dia juga meminta Bupati Bangkalan turun langsung ke lapangan, ke setiap pos-pos keamanan untuk dijaga ketat. Sehingga, kasus-kasus pencurian yang kerap terjadi dapat diminimalisir.

“Wilayah Suramadu itu kan mati, apalagi PJU-nya mati. Di sana seharusnya ditempatkan pos jaga. Sebab, kemarin kami menemukan studi kasus ada mahasiswi UTM dikerjai begal di sana. Jika tidak ada pos keamanan, bisa jadi pos begal di sana dan lampu yang mati, tolong dinyalakan kembali oleh pemkab,” ujar Kholil.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *