Polres Bangkalan Disebut hanya Sibuk Vaksinasi, Kasus Kriminal Terabaikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DINILAI GAGAL: Aliansi BEM se-Bangkalan datangi Polres Bangkalan tuntut kinerjanya dimaksimalkan.Disebut hanya sibuk vaksinasi, kasus kriminal terabaikan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Banyak dan seringnya terjadi kasus kriminal di Bangkalan, menjadi perhatian mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bangkalan.

Hal itu membuat puluhan mahasiswa dari gabungan berbagai kampus di Bangkalan  mendatangi Polres Bangkalan, Rabu (27/10/2021). Mereka datang untuk menuntut perbaikan kinerja Polres Bangkalan yang dinilai kurang maksimal.

Bacaan Lainnya

Sebab, dalam sebulan, Polres Bangkalan hanya mampu menyelesaikan 19 kasus kriminalitas,  baik pencurian, pembegalan hingga pembunuhan.

Koordinator lapangan (korlap) aksi tersebut, Faiq, menyampaikan bahwa Polres Bangkalan hanya sibuk melakukan imunisasi dan vaksinasi. Padahal banyak terjadi tindak kriminal yang meresahkan masyarakat tidak diselesaikan.

Sebagai pengamanan dan ketertiban masyarakat, menurutnya, polisi harus melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap kasus-kasus kriminal serta pengawasan daerah-daerah yang menjadi rawan aksi kejahatan.

“Tapi Polres Bangkalan malah sibuk melakukan vaksinasi. Banyak kasus yang belum diselesaikan, seperti kasus pencurian penerangan jalan umum (PJU) hingga pengungkapan motif kejadian di Socah tidak jelas. Di mana awalnya mengatakan kejadian meninggalkan pengendara karena pembacokan beralih menjadi kecelakaan. Padahal hasil visum disebutkan luka bekas pembacokan,” teriaknya dalam demonstrasi di depan Mapolres Bangkalan.

Pernyataan mengenai kejadian Socah itu merujuk pada peristiwa tewasnya salah seorang kurir di jalan kecamatan tersebut. Awalnya muncul pernyataan bahwa kejadian tersebut mengarah pada pembunuhan dan sesuai hasil visum dari RSUD.

Namun pada keesokan harinya, keluar pernyataan susulan bahwa kejadian itu mengarah pada kecelakaan lalulintas (lakalantas) biasa.

Begitu pula kasus pencurian di Kecamatan Klampis yang menelan kerugian hingga Rp500 juta. Sejak enam bulan lalu, belum juga terungkap.

Faiq dan teman-temannya tersebut menuntut Polres Bangkalan kasus kriminal yang belum terselesaikan untuk segera ditangani. Dia juga meminta adanya data jumlah kasus kriminal yang belum terselesaikan untuk diberikan secara tertulis dalam kurun waktu 15 hari ke depan.

“Jika tidak. kami akan kembali datang ke Polres Bangkalan dengan massa yang lebih banyak,” begitu ancamnya kepada institusi Polri tersebut.

Selain itu, dia juga menuntut Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino mundur dari jabatannya jika tidak bisa menyelesaikan kasus kriminal di Bangkalan.

Menanggapi aliansi BEM se-Bangkalan tersebut, Kasat Reskrim AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum diselesaikan. Dalam sebulan, pihaknya telah menyelesaikan 19 kasus kriminal.

Sedangkan sisanya, butuh waktu dan bukti yang cukup agar bisa menahan para pelaku tindak kriminal. Termasuk kasus pencurian di Klampis dan PJU milik Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan.

“Kalau total kasus setiap bulannya yang masuk ada berapa dan jumlah kasus yang belum tertangani berapa, kami harus buka data dulu. Sedangkan kami belum pegang dan rinci datanya. Kalau kasus berat yang jelas tidak banyak, kebanyakan kasus penipuan,” dalihnya.

AKP Sigit mengaku, semua kasus yang sudah masuk ke Polres Bangkalan terus berjalan dan mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu. Pihaknya tidak membatasi kasus apa pun untuk diselesaikan jika punya bukti dan saksi. Sebab, selama ini kasus-kasus kriminal yang tidak terungkap kekurangan bukti.

“Kalau ada pasti saya akan tangkap pelakunya. Semua kasus kami rilis. Dalam perjalanan waktu kami sekarang juga sudah mengungkap lagi,” tegasnya

Terpisah Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino menyampaikan, pihaknya tidak hanya menyelesaikan kasus yang masuk dalam masa kepemimpinannya. Namun, ada PR-PR kasus lainnya yang harus diselesaikan juga. Sehingga, pihaknya tidak bisa menyelesaikan kasus pada saat itu juga setelah adanya laporan.

“Ini sebagai bahan evaluasi kami, ke depan kami akan lebih meningkatkan kinerja dalam pengungkapan kasus tindak kriminal di Bangkalan,” paparnya di depan puluhan mahasiswa se-Bangkalan tersebut.

Menanggapi kegiatan Polres Bangkalan yang dinilai lebih mementingkan imunisasi dan vaksinasi, pria asal Surabaya tersebut memaparkan, bahwa penanganan Covid-19 dan kamtibmas memang menjadi tugas kepolisian di seluruh Indonesia. Karena memang sudah diperintahkan untuk membantu pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 khususnya vaksinasi.

“Intinya kami akan terus berupaya meningkatkan kinerja. Ini akan menjadikan acuan semangat kami untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat dalam menjaga kamtibmas. Untuk itu kami berharap semua pihak bersinergi dengan Polres Bangkalan dalam menjaga Kamtibmas,” pungkas AKBP Alith.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *