oleh

Polres Bangkalan Tangkap Pelaku Pembunuhan di Depan Minimarket

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Tersangka pembunuhan terhadap inisial SF (51), asal Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, Bangkalan di depan minimarket, Desa/Kecamatan Arosbaya sudah terungkap. Berdasarkan pengakuan tersangka, tindakan yang dilakukannya merupakan dendam kesumat lama, lantaran korban SF pernah berselingkuh dengan ibu kandung tersangka WG.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Soerbanapraja menceritakan kronologi pembunuhan. Katanya, tersangka diminta oleh ibu kandungnya untuk mengambil uang kepada korban. Uang itu diperuntukkan memperbaiki motor milik tersangka sendiri.

”Lalu tersangka dan korban bermaksud bertemu di toko Indomaret Arosbaya itu,” katanya, Jumat, (5/3/2021).

Kebetulan WG memiliki dendam terhadap SF, karena diduga telah berselingkuh dengan ibu kandungnya. Dia menghubungi saudara sepupunya atas inisial S untuk memberitahukan perihal pertemuan dirinya dengan korban. Tersangka berangkat dengan membawa sebilah celurit.

”WG mengambil celurit dari atas lemari rumah neneknya, Desa Kampak Kecamatan Geger,” katanya.

Perselingkuhan itu diketahui pada saat ayah tersangka yang bernama S (alm) sedang sakit dan opname di Rumah Sakit Syamrabu.

”Kejadian perselingkuhan dalam ranjang itu sekitar bulan Mei 2020,” kata Agus.

Atas kejadian tersebut, sang anak WG menceritakan kejadian yang tak senonoh itu kepada beberapa keluarganya, salah satunya dengan sepupunya yang berinisial S. WG bersama komplotannya, setelah sekian lama menunggu S dan temannya baru bisa melampiaskan kemarahannya.

”Ini sudah lama dipendam, jadi dendam ini yang menjadi alasan mereka melakukan pembunuhan,” paparnya.

Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP) tersangka dan korban bertemu, lalu memberikan uang yang diminta oleh ibu kandung WG. Mereka berdua sempat berbincang-bincang terkait kendaraannya yang akan diperbaiki. Tak lama kemudian kakak sepupunya yang bernama S bersama temannya yang masih belum diketahui identitasnya, datang menghampiri SF sebagai korban.

”Mereka melancarkan aksinya dengan melemparkan batu kepada korban, sehingga mengakibatkan terjatuh, dan dihabisi,” ulasnya.

Setelah tergeletak karena lemparan batu, S mengeluarkan sebilah samurai lalu menghunuskan ke tubuh korban sebanyak dua kali. WG juga ikut membacok korban sebanyak lima kali pada bagian perut, sehingga mengeluarkan banyak darah.

”Korban tidak bisa bergerak karena sabetan dan bacokan samurai dan celurit sebanyak 7 kali, hingga akhirnya meninggal dunia,” terangnya.

Setelah puas melampiaskan dendamnya, ketiga pelaku tersebut meninggalkan korban dalam keadaan bersimbah darah. Namun, satu di antaranya, inisial WG sudah mendekam di jeruji. Sedangkan sisa dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

”Kedua tersangka lainnya akan segera kami tangkap, sedang kami kejar,” pungkasnya. (km59/mam)

Komentar

News Feed