oleh

Polres Pamekasan Belum Temukan Pelaku Kriminal dari WBP Asimilasi

Kabarmadura.id/Pamekasan–Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Pamekasan mendapatkan kesempatan asimilisasi dengan status bebas bersyarat. Sejumlah WBP yang mendapatkan kesempatan bebas tersebut, sebagian adalah pelaku tindak kriminal dan sebagian berstatus pelaku kriminal kambuhan.

Dilepaskannya para WBP tersebut, sebagaimana disampaikan Abror, salah satu warga  Tlanakan Pamekasan, menjadikan sebagian warga  khawatir tindak kriminal kembali marak dengan dilepaskannya WBP pelaku kriminal.

“Kami khawatir tindak kriminal ke depan ini akan meningkat, karena narapidana yang seharusnya dihukum di penjara malah dibebaskan. Buktinya dalam beberapa hari terakhir, begal di mana-mana beraksi,” ucapnya.

Atas kekhawatiran warga, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pamekasan AKBP Djoko Lestari mengatakan, sejauh ini angka kriminal di Kabupaten Pamekasan masih terbilang tidak meningkat dari  sebelum diberlakukan asimilasi bagi penghuni lapas.

Menurutnya, belum bisa dipastikan apakah sejumlah tindak kriminal yang terjadi disebabkan oleh dibebaskannya narapidana dari tahanan atau tidak.

“Sejauh ini di Pamekasan tindak kriminal terbilang tidak terjadi peningkatan semenjak Lapas memberikan asimilasi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan. Kami pun belum menemukan fakta bahwa tindakan kriminal itu dilakukan oleh mantan WBP,” ucapnya.

Kendati demikian, Djoko menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan dari kebijakan asimilasi yang diberikan lapas kepada WBP, agar kenyamanan dan keamanan warga terjamin.

“Tentunya tidak hanya kami, bersama seluruh elemen masyarakat.Karena masyarakat harus bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri, yaitu dengan selalu waspada dan tidak sembrono dalam menjaga barang-barang berharga,” imbuhnya.

Seiring dengan akan masuknya bulan Ramadan, Djoko juga mengaku akan meningkatkan langkah-langkah preventif dalam menjaga keamanan.

“Menghadapi ramadhan dan Idul Fitri kami akan melakukan langkah-langkah preventif guna mengantisipasi terjadinya tindakan kriminal yang biasa terjadi di bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Kami akan gelar patrol hingga ke desa,” pungkasnya. (ali/bri/waw)

 

Komentar

News Feed