Polres Pamekasan Tetapkan Satu Tersangka Kasus KCM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) DITETAPKAN: Seorang tersangka ditetapkan dalam kasus pencatutan gambar dan pencemaran nama baik dalam dokumen UKL/IPL KCM.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Sengkarut kasus pencatutan gambar KH. Ali Karrar Sinhaji dan KH. Fadholi Moh. Ruham pada proses izin pendirian Kota Cinema Mall (KCM) Pamekasan, akhirnya menemukan tersangka.

Pencatutan gambar pada lembar dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL) tersebut, sudah masuk ranah penyidikan di Polres Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Penetapan tersangka itu, berdasarkan Surat Pemeriksaan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Nomor B/908/XI/RES.1.9/2020 tertanggal 27 November 2020 dan gelar perkara Satreskrim Polres Pamekasan atas laporan bernomor LP: LP-B/283/VIII/RES.1.9/2020RESKRIM/SPKT.

Identitas tersangka diketahui berdasarkan pengungkapan Abdul Bari, kuasa hukum dari KH. Ali Karror Sinhaji. Tersangkanya berinsial H (51) yang tercatat dari pihak pemrakarsa yaitu KCM.

Setelah ditetapkannya tersangka, pihaknya mengaku akan terus mengawal kasus tersebut hingga proses hukum selesai. Bahkan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk segera mencabut izin pendirian KCM

Pasalnya, dokumen UKL/UPL yang telah dipalsukan, menurutnya merupakan syarat prinsip, bahkan menjadi indikator terbit dan tidaknya izin pendirian KCM. Pihaknya juga menagih janji bupati Pamekasan untuk mencabut izin KCM jika ditemukan kecacatan dalam administrasi perizinan.

“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo mengungkapkan, Hasanuddin merupakan otak di balik rencana pencatutan gmbar KH. Ali Karror Sinhaji dalam dokumen UKL/UPL. Karenanya pria asal Ujung Pandang itu dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan.

Dia diancam hukuman kurungan penjara selama enam tahun. Sejauh ini, pihaknya hanya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus ini. Pihaknya mengaku masih terus melakukan pendalaman kasus sehingga tidak bisa memastikan hanya satu orang tersangka dalam kasus ini.

“Sudah banyak yang kita periksa, sudah lama,” ungkapnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *