Polres Sampang Periksa Pihak yang Diduga Terlibat Pemotongan Bantuan Beras

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) USUT: Polisi menunggu data penerima bantuan sosial beras yang dirugikan akibat pemotongan

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Kasus dugaan pemotongan bantuan sosial beras (BSB) di Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan, Sampang mulai diselidiki kepolisian. Beberapa pihak yang diduga terlibat mulai diperiksa satu-persatu.

Data yang dihimpun Kabar Madura, sejumlah pihak diduga terlibat dalam kesepakatan pemotongan. Di antaranya, dua orang dari Badan Perwakilan Desa BPD, yakni Muja’ie dan Roqib Ahmad. Termasuk perwakilan keluarga penerima manfaat (KPM), H. Ahmad dan Kepala Desa Karang Anyar Kecamatan Tambelangan, Safi.

Tidak hanya itu, pertemuan yang menyepakati pengurangan itu melibatkan 30 orang. Mereka terdiri dari beberapa unsur. Mulai dari sekretaris desa, anggota BPD, tokoh masyarakat dan sejumlah perwakilan KPM. Dalam pertemuan itu, disepakati setiap KPM diberikan bantuan sebanyak 15 kilogram. Padahal hak mereka sebanyak 45 kilogram.

Jatah itu merupakan akumulasi bantuan dari bulan Agustus, Septber dan bulan Oktober. Setiap bulan hak KPM sebanyak 15 kilogram. Sayangnya, pihak kepala desa berdalih dalam rangka pemerataan.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz melalui Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Riki Donaire Piliang menegaskan telah memanggil beberapa orang. Terutama sejumlah pihak yang terlibat dalam pertemuan. Khususnya penentuan kesepakatan pengurangan terhadap penyaluran BSB.

“Kami sementara masih memeriksa sejumlah pihak yang diduga hadir dalam pertemuan. Kami meminta keterangan mereka,” katanya.

Menurutnya, sudah ada kesepakatan tentang pengurangan bantuan beras. Dengan alasan pemerataan. Namun, pihaknya belum mengetahui apakah kesepakatan itu juga tidak disetujui semua penerima.

“Kami memaklumi jika semua penerima tidak mungkin dihadirkan semua. Makanya, kami berharap ada yang melapor kepada kami soal pemotongan ini,” ungkapnya.

Laki-laki yang akrab disapa Riki tersebut menjelaskan, jika pemeriksaan belum menyentuh penerima lain. Selama ini, masih memeriksa pihak-pihak yang tercatat dalam daftar berita acara musyawarah di rumah kepala Desa Karang Anyar tertanggal 13 Oktober 2020.

Untuk diketahui, diduga BSB untuk KPM di Desa Karang Anyar, Tambelangan terjadi pemotongan bantuan. Bantuan yang seharusnya 45 kilogram diberikan kepada penerima sebanyak 15 kilogram. Kasus itu diakui oleh kades setempat, Safi dengan alasan pemerataan.

 

Beras hasil pemotongan direncanakan akan diberikan kepada masyarakat yang tidak menerima program BSB. Diketahui, jumlah KPM di Desa Karang Anyar sebanyak 900 orang. Sehingga jumlah beras yang dikumpulkan mencapai 27 ton.

Kepala Desa Karang Anyar, Safi belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut soal pemeriksaan polisi. Namun sebelumnya, pihaknya mengaku jika sudah mendistribusikan beras kepada KPM sebanyak 15 kilogram dengan alasan pemerataan. Selain itu, diakuinya jika pihaknya melanggar aturan.

“Memang melanggar aturan. Tapi mau bagaimana lagi ini demi kesejahteraan masyarakat,” katanya. (man/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *