Polres Segera Panggil Kepala Disdik

  • Whatsapp
KM/IST FOR KM AKP SUBIYANTANA: Kasat Reskrim Polres Sampang

Kabarmadura.id/Sampang-Proses Penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMP Negeri 2 Ketapang, Kabupaten Sampang yang ambruk pada 2017 tetap berlanjut. Kali ini nampaknya bakal menyeret nama pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Sebab, dalam waktu dekat, penyidik dari Polres Sampang akan melakukan pemanggilan Kepala Disdik, Jupri Riyadi untuk diperiksa lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Subiantana mengatakan, proses penanganan kasus harus segera dituntaskan, tidak terkecuali kasus proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMP Negeri 2 Ketapang yang ambruk 2017 silam. Pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan kepala Disdik Sampang.

”Kami tidak mau berlama-lama menangani kasus ini, secepatnya kami proses dan memanggil Kepala Disdik, Bahkan minggu depan kami berencana gelar perkara,”ucap Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Subiyantana saat ditemui awak media, Rabu (26/6).

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan RKB SMP Negeri 2 Ketapang yang roboh tersebut, sudah ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Selian itu pihaknya mengaku sudah memeriksa kontraktor, subkontraktor, pengawas dan pelaksana dan sekarang tinggal memanggil pihak disdik setempat.

”Dalam kasus ini sudah ada dua tersangka, kami sudah memeriksa pihak-pihak terkait lainnya, dan dalam waktu dekat akan memanggil dari dinas terkait,”ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Disdik Sampang, Jupri Riyadi mangaku siap menghadiri pangilan kepolisian untuk memberikan keterangan tentang ambruknya pembangunan RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu.

Pihaknya selaku PPK saat itu, berani mencairkan dana karena progres dari pengawas serta fotonya sudah selesai. Namun empat bulan kemudian ada tiang penyangga, ternyata kuda-kudanya patah. Kemudian pihaknya memerintahkan kepada kontraktor untuk melakukan perbaikan karena semampang masih dalam masa perawatan, sehingga dapat dilakukan perbaikan.

“Sebenarnya, saya sudah pernah sampaikan kepada penyidik sebelumnya terkait kronologis kejadian dan lain sebagainya. Akan tetapi, jika ada pemangilan lagi, saya siap menghadiri,”terangnya.

Untuk diketahui, berdasarkan catatan Kabar Madura, Pembangunan RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu dikerjakan CV Amor Palapa dengan pagu anggaran Rp134 juta. Setelah selesai, sekitar empat bulan kemudian bangunan itu ambruk. (sub/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *