Polres Sumenep Biarkan Pos PPKM Darurat Longgar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TANPA PENGAWASAN: Penjagaan pos check point pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kabupaten Sumenep tanpa petugas.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Kesigapan untuk melakukan pengawasan melalui pos check point pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat makin lemah. Akibatnya,  kepatuhan penerapan protokol kesehatan (protkes) longgar. Hal ini diakui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kastlantas) Polres Sumenep AKP Lamudji, Rabu (11/8/2021).

Menurutnya, longgarnya pengawasan di pos pantau akibat adanya  aktivitas yang lain. Seperti, pelaksanaan vaksinasi dan lainnya. Sehingga, mengakibatkan penjagaan tidak konsisten. Faktanya, tidak satupun petugas berjaga di pos daerah kota. “Ya, pelaksanaan pos pantau agak longgar. Karena, banyak kegiatan lain,” celetuknya, Rabu (11/08/2021)

Bacaan Lainnya

Dikatakan, pembagian penjagaan pos dibagi dua. Pertama, dari Jam 07.00- 09.00 Wib. Kedua, sore dari jam 16.00-21.00 Wib. Tetapi, hal tersebut dibiarkan. Bahkan, terkadang tidak dilakukan penjagaan sama sekali selama 24 jam.

Diketahui, ada delapan titik lokasi dalam penjagaan tersebut. Diantaranya, simpang 3 Wiraraja Desa Gedungan Kecamatan Batuan, simpang 3 Batuan Desa Batuan Kecamatan Batuan, simpang 3 Monumen Ayam Jago Desa Pamolokan Kecamatan Kota, simpang 3 Parsanga/kantor BLK Desa Parsanga Kecamatan Kota.

Simpang 3 Rumdis Kapolres Sumenep Desa Pabian Kecamatan Kota, Simpang 3 Asta Tinggi, Desa Kebon Agung, Kecamatan Kota. Selanjutnya, simpang 4 Pandian Jalan Diponegoro, simpang 4 Jalan Diponegoro Kabupaten Sumenep.

AKP Lamudji menegaskan, personil yang ditugaskan kurang lebih 300 petugas ditambah TNI, serta Satpol PP. Dengan penjagaan secara sistem Shift. Masing-masing pos dijaga 4 hingga 5 petugas. “Tidak usah dijaga secara 24 jam. Karena, masyarakat sudah mengetahui bahwa pos pantau untuk kepatuhan protkes. Jika ada yang melanggar segera laporkan ke kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Sumenep Purwo Edi Setia mengatakan, selain di pos pantau PPKM darurat, saat ini pelaksanaan di sejumlah pasar juga masih belum berjalan maksimal. Misalnya, seperti di Pasar Lenteng, Anom dan lainnya. Untuk menjaga jarak aman sesuai protkes sulit diterapkan.

Sebab, keadaan pasar yang cukup sempit. Masih banyak pedagang maupun warga yang tidak mengenakan masker. “Masyarakat memakai masker justru mengaku membuatnya sulit bernapas,” responya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Satuan Gugus Tugas Covid-19 Sumenep Abd. Rahman Riadi menuturkan, semua penjagaan di pos pantau pada pelaksanaan di perkotaan serta lainnya menjadi tanggung jawab polres Sumenep. Diharapkan, polres tetap melakukan penjagaan.

“Level dari level 4-3 harus dipertahankan atau ditingkatkan agar PPKM tidak lagi perpanjangan,” paparnya. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *