Polres Sumenep Deteksi Empat Daerah Rawan Konflik Pilkades

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) DIKERAHKAN: Tahapan pilkades terus berlanjut, seluruh desa sudah siap melaksanakan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Dalam memaksimalkan pengamanan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Sumenep pada 8 Juli 2021 mendatang, Kepolisian Resor (Polres) Sumenep memetakan empat desa rawan konflik.

Kepala Bagian Operasi Polres Sumenep AKP Achmad Robial mengatakan, untuk pengamanan akan melibatkan sekitar 2 ribu personel. Selain petugas keamanan atau linmas, sebagai bentuk upaya menjaga keamanan, terutama pelaksanaan berbasis tempat pemungutan suara (TPS), juga melibatkan polres se-Jawa Timur (Jatim).

Bacaan Lainnya

Namun di beberapa desa yang menjadi target kerawanan, menjadi perhatian serius. Minimal penjagaan akan diproyeksikan lebih ketat dari desa-desa yang lain.

“Kami secara pasti belum bisa memperbarui informasi, kami terus berkoordinasi, sementara sudah memetakan beberapa desa yang rawan konflik, hari ini kami monitoring penjaringan calon” katanya.

Desa rawan konflik itu antara lain Desa Bluto, Prenduan, Guluk-Guluk dan Batu Putih. Selebihnya pihaknya masih memantau lebih lanjut. Namun tingkat kerawanan berdasarkan indeks tingkat potensi kerawanan (IPK) belum terdeteksi secara nampak, artinya masih bisa dikendalikan.

Sekitar 2.152 anggota kepolisian yang akan ditugaskan. Termasuk di dalamnya 153 kompi Brimob, 460 dari Polres Sumenep sendiri, Sabhara Polda 219 personil, sisanya polres se-Jatim.

“Di antaranya di Kecamatan Guluk-Guluk. Ada beberapa kategori rawan, misalnya di desa tersebut pernah terjadi konflik pada pelaksanaan pilkades, tapi tunggu saja perkembangan setelah ada pendaftaran calon,” imbuh Robial.

Kendati seperti itu, dia berharap pelaksanaan pilkades serentak di 86 desa bisa berjalan kondusif, meski diketahui politik desa pasti suasana lebih runyam dari pemilihan lainnya. (ara/mam/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *