oleh

Polres Sumenep Diminta Jangan Perlambat Kasus Dinkes

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Hingga saat ini kasus dugaan korupsi gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, tak kunjung selesai. Sementara, Polisi Resort (Polres) Sumenep terus beralasan. Salah satu alasan yang sering dilontarkan, meski sebelumnya melontarkan berkas sudah lengkap, namun sampai saat ini berkas tidak dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, dengan alasan masih menunggu perampungan berkas.

Pada Selasa (2/2/2021), Polres Sumenep beralasan, tidak dilakukan penyerahan berkas yang sudah lengkap itu lantaran penyidik terpapar Covid-19. Polres berjanji dalam satu minggu akan menyerahkan. Sebab, penyidik diprediksi sembuh. Namun, pada saat kondisi penyidik dinyatakan sembuh, saat ini polres beralasan lagi.

“Pemberkasan sudah lengkap. Tetapi, dari salah satu tersangka mau mengajukan bukti baru. Jadi, kita tunggu hingga bukti itu diserahkan pada kami,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhany Rahadian Basuki. Senin, (15/2/2021).

Menurutnya, ada bukti baru, apakah pembelaan atau meringankan kasusnya, pihaknya masih menunggu itu. Sayangnya, pihaknya tidak memberikan kepastian kapan barang bukti baru akan diajukan ke Polres.

“Kami tidak tahu kapan pemberkasan akan diajukan ke Kejaksaan, menunggu saja,” kata pria yang akrab disapa Dhany itu.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Nurus Salam mengatakan, semua kasus yang ditangani Polres bukan tanggung jawab DPRD. Sebab, DPRD tidak bersentuhan langsung dengan Polres. Tetapi, setidaknya, penanganan kasus harus profesional  dan tidak tebang pilih.

“Saya tidak berkomentar banyak tentang kasus di Polres. Setidaknya, Polres tidak memperlambat kasus yang sudah lama itu,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya,Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, berkas sudah lengkap. Namun, belum diserahkan pada Kejari. Sebab, penyidik masih terinfeksi Covid-19. “Penyerahan ditunda, insya Allah satu minggu lagi diserahkan ke Kejari,” ujarnya.

Juru Bicara Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Novan Bernadi mengatakan, hingga saat ini Polres Sumenep belum menyerahkan berkas. Sehingga, kejari tidak dapat memproses kasus dugaan korupsi gedung dinkes itu.

“Kami akan memproses jika berkas sudah lengkap,”singkatnya.

Diketahui, pembangunan Gedung Dinkes menghabiskan anggaran Rp4,5 miliar, dana tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2014. Terdapat tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Masing-masing, inisial IM, NM, dan M. (imd/mam)

Komentar

News Feed