Polres Sumenep Dinilai Menutup Rapat Kasus Herman

(KM/IMAM MAHDI) LELET: Kasus penembakan Herman tidak transparan atas hasil sidang di Polres Sumenep.

KABARMADURA.ID | SUMENEP — Kasus penembakan Herman belum menemui titik terang hingga saat ini. Kepolisian Resor (Polres) Sumenep dinilai menutup-nutupi dalam menangani kasus ini. Lima anggota kepolisian selaku penembak juga tidak masuk tahanan atau dihukum mati sesuai permintaan keluarga korban.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep Roby Nurrahman mengatakan, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur sudah mengalihkan penanganan kasus penembakan Herman kepada Polres Sumenep.

Setelah itu, pada 20 Mei 2022 lalu, dikeluarkan surat pemberitahuan bahwa telah dilaksanakan sidang komisi kode etik oleh Propam Polres Sumenep.

Bacaan Lainnya

”Tempat persidangan di Polda Jatim. Namun hasilnya tidak diberitahukan. Dengan begitu Polres Sumenep terkesan sembunyi-sembunyi dalam penanganan kasus Herman ini,” katanya, Minggu (29/5/2022)

Dia mengatakan, penanganan kasus penembakan Herman ini juga terkesan ditutup-tutupi. Indikasinya jelas, kata Nurrahman. Hasil sidang etik tersebut tidak diberitahukan.

”Paling tidak, ini paling tidak loh, ya, Polres Sumenep terbuka atas hasilnya. Bukan sembunyi kayak gini,” bebernya.

Dia mengatakan akan terus mengawal hingga kasus penembakan Herman ini menemui titik terang. Bahkan, dirinya berencana akan melakukan aksi kembali bersama keluarga pada Senin (30/5/2022).

”Kami sangat tidak terima perlakuan Polres Sumenep yang tidak manusiawi,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD KNPI Jatim Nur Faisal menambahkan, sesuai surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) terakhir sudah dilakukan sidang. Tetapi, hasilnya tidak diberitahukan. ”Tidak ada pemberitahuan yang jelas tentang hasilnya,” tegas dia.

Di tempat berbeda, Aksan, paman Herman juga mengaku belum mendapat jawaban baik dari pihak Polres Sumenep. Dia mengaku hanya mendapat informasi mengenai sidang etik kepada para pelaku penembakan.

”Saya belum rela atas penembakan yang dilakukan pelaku terhadap Herman, karena tidak manusiawi,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Sutioningtyas belum bisa dimintai konfirmasi. Ditelepon berkali-kali namun tidak diangkat pada Minggu (29/5). Tetapi sebelumnya dia mengatakan bahwa Polres Sumenep sudah memproses perkara tersebut.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam / Ongky Arista UA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.