Polres Sumenep Dinilai Plin-Plan Tangani Kasus Gedung Dinkes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MENGENASKAN: Kondisi terkini gedung Dinkes Bangkalan yang retak-retak di bagian dindingnya. Kasusnya masih mandek.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Kelanjutan kasus dugaan kasus korupsi Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep masih mandek, meskipun sudah menetapkan beberapa tersangka, namun belum satu pun ada yang ditahan. Bahkan Polres Sumenep berbelit-belit ketika ditanya soal berkas kasus tersebut.

Polres Sumenep menetapkan tiga tersangka dalam dugaan kasus korupsi pembangunan gedung Dinkes Sumenep, di antaranya berinisial IM, NM, dan M. Pembangunan gedung ini menghabiskan anggaran Rp4,5 miliar lewat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumenep 2014.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhany Rahadian Basuki mengatakan, kasus tersebut sempat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep, namun berhubung ada kendala maka dikembalikan lagi.

“Misalnya berkas yang kurang itu salah satunya persoalan administrasi, dan kami tidak tahu sampai kapan bisa terkumpul dan dilimpahkan lagi,” katanya.

Alasan tidak menahan tersangka, dikatakannya jika pihaknya masih belum bisa memberikan kepastian dalam melakukan penyidikan, artinya dengan adanya masa tahanan, maka menjadikan geraknya terbatas.

“Jika ditahan, kan masanya 50 hari, kami tidak bisa menahan khawatir tidak segera melengkapi berkas yang kurang,” imbuhnya.

Dia juga tidak bisa memberikan kepastian target waktu kasus itu segera tuntas, sebab puluhan tahun pun dalam proses hukum penangan korupsi sudah hal yang lumrah terjadi. Artinya ukuran cepatnya waktu tidak ditargetkan olehnya.

Dhany melanjutkan, termasuk upaya pengembalian kerugian pihaknya belum bisa memastikan, sebab saat ini mengaku fokus ke dalam melengkapi berkas-berkasnya.

”Nanti ketika sudah lengkap maka akan dilimpahkan kembali ke Kejaksaan, dan di sana yang akan memberikan hukumannya. Satu kali lagi kami hanya menyelidiki,” imbuhya.

Padahal meskipun kasus perkara belum tuntas, tembok gedung dinkes tersebut pernah ambruk pada hari Rabu (20/5/2020). Terlihat juga susunan batu bata ikut ambruk di samping konsol beton yang menjulur tinggi. Sehingga bikin panik pegawai hingga lari berhamburan saat itu.

Sementara itu, salah satu pengamat hukum di Sumenep Rausi Samurano menilai, jika Polres Sumenep terkesan tidak pernah serius menangani kasus-kasus yang ditangani, bahkan kasus OTT buntutnya tidak jelas.

“Mulai kasus migas, gedung dinkes, kasus beras oplosan, dan kasus dana kapitasi Puskesmas Pragaan. Mana ada yang tuntas ditangani, kan hanya bikin publik bertanya-tanya,” paparnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *