oleh

Polres Tetap Larang Masyarakat Bikin Kerumunan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kapolri Jenderal Idham Azis resmi mencabut Maklumat Nomor MAK/2/III/2020 yang berisi tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Covid-19. Maklumat itu sendiri merupakan perintah Kapolri terkait larangan dan upaya pembubaran terhadap kerumunan masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19.

Dicabutnya maklumat itu sebagai bentuk kebijakan adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Maklumat tersebut sebelumnya diterbitkan pada 19 Maret 2020 dan diteken langsung oleh Idham. Maklumat itu kemudian dicabut lewat Surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri dengan Nomor STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020 yang ditandatangani oleh As Ops Kapolri, Irjen Herry Rudolf Nahak.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menuturkan, tetap tidak mengeluarkan izin keramaian masyarakat, karena Bangkalan masih masuk wilayah zona merah dan pasien positif Covid-19 masih mengalami tren kenaikan.

Setiap harinya warga Bangkalan yang terinfeksi covid-19 terus naik. Per-tanggal 29 Juni 2020, ada 220 orang yang sudah dinyatakan terinfeksi.

“Bangkalan masih berwarna oranye, jadi belum bisa dilakukan pencabutan maklumat itu. Jadi semua izin keramaian teramasuk acara resepsi pernikahan sementara waktu tetap tidak boleh,” katanya.

Dia menjelaskan, Bangkalan saat ini masih masuk dalam zona sangat berisiko tinggi. Jadi pihaknya belum bisa menerapkan pencabutan maklumat itu. Tetapi, pihaknya akan terus melakukan pembatasan aktivitas masyarakat sesuai poin lima dalam mendukung tatanan kehidupan baru di masyarakat.

“Daerah yang masih menerapkan PSBB atau daerah yang masih dalam kategori oranye dan merah tetap melakukan pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

“Pemeriksaan suhu tubuh di lapangan Morkepeng Labang akan tetap kami lakukan sampai batas kasus yang terinfeksi menurun,” imbuhnya.

Terpisah, Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengungkapkan hal senada. Katanya, meskipun maklumat Covid-19 Kapolri dicabut, namun, hal itu tidak berlaku di kabupaten Bangkalan.

Karena Bangkalan saat ini sendiri masih masuk kategori dengan penularan sedang. Di mana angka pasien terinfeksi Covid-19 masih mengalami tren kenaikan. Untuk menerjemahkan dicabutnya maklumat kapolri, pihaknya akan segera mengeluarkan surat edaran ke masyarakat melalui rapat koordinasi dengan pihak terakait.

“Karena bagi daerah yang masih zona merah harus tetap melakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk dapat memutus rantai menyebaran Covid-19,” tandasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed