Polres Tetapkan Hosen Tersangka Pencemaran Nama Baik

  • Whatsapp
KM/ISTUMEWA TERSANGKA: Aktivis Bangkalan Hosen ditetapkan tersangka atas kasus pencemaran nama baik

Kabarmadura.id/Bangkalan-Polisi Resort (Polres) Bangkalan akhirnya menetapkan Moh Hosen sebagai tersangka pencemaran nama baik terhadap wakil direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Rambani Ratu Ebuh (Syamrabu) Farhat Suryaningrat. Penetapan tersangka tersebut didasarkan pada laporan Farhat pada November 2019 lalu.

Sebelumnya, Farhat melaporkan Hosen yang merupakan Ketua Anti Korupsi Indonesia karena cuitannya di sosial media (Sosmed) yakni facebook. Di mana Hosen mengatakan bahwa Farhat sebagai wakil direktur kuasanya melebihi pemilik rumah sakit tersebut.

Di akun Facebook Hosen menulis status,“Mohon info Masyarakat Bangkalan. dr. Farhat itu Direktur/Wakil Direktur di RS Syamrabu Bangkalan. Kebijakannya melampui Batas. Semua Manajemen Rumah Sakit Apa Kata Farhat. Sempat Nanyak Ke bagian Irna A (Farhat). Kartini (Farhat). Apa itu Rumah sakit Warisan Ya. Kesah Keluh Rakyat Bangkalan. Keluarkan Farhat dari Syamrabu. Fainsyaalloh keadilan dan kesejahteraan rakyat akan hadir di RS Syamrabu dan tercipta sistem kinerja jauh lebih baik,” tulis Hosen di akun facebooknya.

Postingan tersebut dinilai sudah melukai nama baik Farhat sebagai pejabat di RSUD Syamrabu tersebut. Akun facebook Hosen diduga melanggar undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan melakukan pencemaran nama baik, ujaran kebencian, serta melakukan propaganda pada Wakil Direktur RSUD Syamrambu tersebut.

Karena hal tersebut, Farhat sudah membuat laporan sesuai dengan pasal 103 KUHP kepada kepolisian setempat. Setelah laporan tersebut, polisi melakukan penyidikan pada tanggal 22 Desember 2019 lalu. Dari hasil tersebut, akhirnya polisi menetapkan terlapor Hosen sebagai tersangka.

Penetapan tersebut tercantum pada surat keputusan yang telah ditandatangani oleh Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP David Manurung pada 16 Januari 2020 lalu. Dalam surat tersebut, Moh Hosen resmi ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

Menanggapi adanya penetapan tersangka tersebut, kuasa hukum Farhat, Risang Bima Wijaya mengatakan, mengenai kasus yang ditanganinya tersebut menyerahkan sepenuhnya pada penyidik.

“Kalau pihak pelapor, seluruh proses hukumnya diserahkan sepenuhnya kepada penyidik,” katanya, Senin (20/1).

Di tempat terpisah, Kepala Polres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menuturkan, kasus tersebut sudah melibatkan tiga ahli untuk menyelidiki perkara tersebut. Tiga ahli tersebut yakni ahli bahasa, kominfo dan ahli pidana. Sedangkan terkait bahasa yang dipublish di facebook tersebut, AKBP Rama menerangkan, bahwa menurut ahli bahasa status Hosen mengandung unsur pencemaran nama baik.

“Kurang lebih ada 13 saksi yang sudah kita panggil,” paparnya.

Lebih lanjut, AKBP Rama mengungkapkan, kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, Hosen tidak bisa ditahan karena hukuman kurang dari 5 tahun.

“Hari ini (Senin, red) terlapor baru pertama kali kita panggil sebagai tersangka,” tandasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *