oleh

Polsek Sepulu Tanamkan Anti-Radikalisme Sejak Dini di Kalangan Pemuda

KABARMADURA.ID – Polres lakukan giat rutin tahunan pertama di Bangkalan yaitu sosialisasi mengenai pentingnya nasionalisme untuk membekali penerus bangsa.

HELMI YAHYA, BANGKALAN

Menjaga keutuhan NKRI merupakan tanggung jawab setiap komponen bangsa.. Lebih-lebih aparatur negara yang memang bekerja untuk abdikan diri kepada bangsa ini. Seperti halnya yang dilakukan Kepolisian Sektor (Polsek) Sepulu yang tiada melayani masyarakat. Semisal dengan membangkitkan semangat masyarakat desa agar menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Petugas yang berpakaian serba coklat tersebut menargetkan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejurruan (SMK) yang ada di Kecamatan Sepulu sebagai sasaran, karena dianggap sebagai representasi kaum muda. .

Humas Polres Bangkalan melaporkan bahwa kegiatan pada Senin (22/2) yaitu Unit Bhabinsa Polsek Sepulu menyampaikan imbauan kepada siswa-siswi SMK Kecamatan Sepulu. ”Saat ini mereka sedang mengikuti pelatihan sebagai persiapan menghadapi Ujian Nasional agar idak gugup,” katanya.

Kegiatan selanjutnya yakni melakukan operasi giat antiradikalisme untuk memupuk semangat nasionalisme para pemuda agar tidak terpengaruh radikalisme.. ”Sebab, mereka akan menjadi calon penerus bangsa yang akan menjaga negara ini di masa yang akan datang,” ulasnya.

Sedangkan Kasat Binmas Polres Bangkalan Iptu Suyitno menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutinan operasi giat Polres Bangkalan yang sudah dimulai sejak  seminggu lalu, dan kemungkinan akan terus dilaksanakan hingga minggu depan. ”Ini memang kegiatan rutin operasi kami untuk menangkal radikalisme sejak dini di kalangan pemuda,” paparnya.

Sedangkan untuk sasaran kegiatan, memang difokuskan pada pelajar, santri, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kemungkinan nanti akan dilaksanakam langsung oleh Bhabinkamtibmas di setiap kecamatan. Sehingga diharapkan nantinya mereka dapat menjaga semangat nasionalisme untuk merawat NKRI sejak dini. ”Kita sudah biasa agendakan setiap tahun, sebab ini dinilai penting sebagai bentuk pencegahan adanya radikalisme di Indonesia,” pungkasnya. (km 59/maf)

Komentar

News Feed