Pondok Pesantren Masuk EMIS Tidak Perlu Perpanjang Ijop

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LONGGAR: Sejak 2020, belum seluruh pondok pesantren (ponpes) di Sumenep mengurus  ijin operasional (IJOP).

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Hingga saat ini, ijin operasional (IJOP) pada pondok pesantren (ponpes) di Sumenep tidak kunjung rampung. Program yang sudah ada sejak akhir 2020 tersebut, kini diberikan kebijakan baru. Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan, lembaga sudah masuk education management information system (EMIS) tidak harus mendaftar ulang.

Plt Kepala Seksi (Kasi) Pondok Pesantren Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep Muh. Rifa’i Hasyim mengatakan, dari 411 ponpes, ada sebanyak 273 ponpes yang saat ini tidak usah mendaftar ulang.

“Bagi Ponpes yang sudah terdaftar di EMIS maka nantinya Ijop akan diterbitkan oleh Direktorat PD Pontren tanpa menagajukan baru. Tetapi, bagi ponpes yang lama maupun baru tetapi tidak masuk EMIS, Maka, wajib mengajukan izin baru,” katanya, Minggu (1/8/2021).

Pihaknya telah memberikan sosialisasi terkait pengajuan dan pendaftaran IJOP ponpes, masa berlaku izin operasional ponpes berjalan selama jangka waktu 5 tahun. Jika habis masa berlakunya, wajib mengajukan perpanjangan izin.

Dasar hukum pengeluaran Ijop ponpes tertuang dalam Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3668 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Ijin Operasional Pondok Pesantren.

Kemenag Sumenep memberikan kemudahan bagi ponpes yang mengajukan perpanjangan izin operasional selama persyaratan administrasi dapat dipenuhi. Ijop dikatakan sebagai legalitimasi sebuah lembaga yang berkekuatan hukum. Sehingga, dapat melaksanakan kegiatan kependidikannya.

Saat ini masih banyak ponpes yang tidak mengurus izin. Sehingga Rifa’i berharap, perlu kesadaran pengelolanya. Sebab, jika tidak diurus akan terancam tidak mendapatkan bantuan seperti bosda madin dan lainnya. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *