oleh

Ponpes Nurul Cholil Bangkalan Matangkan SDM

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Cholil Bangkalan tidak hanya diajarkan ilmu tentang agama. Melainkan, juga belajar tentang pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui wirausaha. Bahkan, pesantren tersebut telah menyerap tenaga kerja melalui santri hingga alumni melalui koperasi pesantren dengan beragam usaha. Mulai dari toko retail, air kemasan, hingga konveksi.

Dari toko retail pengurus koperasi Ponpes Nurul Cholil Abdul Malik mengatakan, pertokoan ini sudah tersebar di lima kecamatan. Masing-masing, Kecamatan Modung, Tanah Merah, Galis, Bangkalan dan Klampis. Dari tiga usaha yang dibidangi oleh Koperasi Ponpes Nurul Kholil ini, banyak membantu santri maupun ponpes sendiri.

Dia menargetkan pada tahun 2021 akan dikembangkan tiga unit toko lagi di Kecamatan Socah, Tanah Merah dan Geger. Usaha toko retail berdiri sejak Ponpes Nurul Cholil dibangun. Namun, toko retail yang melekat di badan usaha itu dimulai sejak bulan April 1999 lalu. Karena tahun 2019 mendapat bantuan modal berupa hibah, usaha konveksi mulai besar untuk produksi. Sedangkan usaha air mineral mulai dikembangkan tahun 2019 dan dipasarkan tahun 2020.

“Salah satu usaha lainnya yakni konveksi, bisa membuat baju seragam untuk para santri di pondok tanpa harus bekerja sama dengan konveksi lain. Pembuatan seragam ini untuk santri dan seragam alumni. Dimana yang mengerjakan adalah santri Ponpes Nurul Kholil. Kami targetkan dalam tiga bulan ini bisa menghasilkan 1.000 seragam santri untuk persiapan santri kembali ke pondok,” ujarnya, Minggu (02/5/2021).

Usaha konveksi tersebut, kata Abdul Malik, bekerja sama dengan alumni agar bisa menyerap tenaga kerja dari lulusan ponpes. Hingga saat ini, konveksi kopontren telah memberdayakan tujuh santri yang terampil dalam menjahit dan membuat pola. Malik, berharap jumlah santri yang terampil di bidang konveksi semakin bertambah.

“Di Ponpes Nurul Cholil sendiri ada sekitar 2.250 santri putra. Kalau santri putri sekitar 1.400 santri,” jelasnya.

Sementara itu, bidang usaha air mineral juga dikembangkan dalam rangka pemenuhan ekonomi dan kebutuhan ponpes. Untuk pemasaran air mineral kemasan ini, masih  berkutat di Kabupaten Bangkalan dan alumni ponpes. Setiap bulannya, Kopontren Nurul Cholil bisa menjual kurang lebihnya 16 ribu karton air kemasan.

Dia mengaku, untuk mengerjakan air kemasan secara mandiri membutuhkan biaya yang cukup besar. Maka, sementara ini berbeda dengan usaha konveksi yang sudah mandiri,  yakni bekerja sama dengan salah satu perusahaan luar Bangkalan.

“Hanya kami punya merk dan tahapannya sekarang ini masih belajar. Termasuk permodalan masih kurang. Kalau nanti manajemen sudah oke, pemasaran dan produksi sudah paham betul akan kami lanjut untuk produksi sendiri di Pulau Madura,” jelasnya.

Dengan adanya tiga bidang usaha ini, dia berharap perekonomian pondok melalui kopontren bisa berjalan efektif dan mampu merekrut lulusan pondok dan alumni sebagai pengurus di tiga usaha itu. “Selain itu dengan adanya usaha-usaha ini bisa memberikan kontribusi pada pondok sendiri maupun masyarakat sekitar,” tandasnya. (ina/ito)

Komentar

News Feed