oleh

Porgram Penanganan Fakir Miskin Dihapus, Angka Kemiskinan di Sampang Dikhawatirkan Meningkat

Kabarmadura.id/Sampang-Program penangan dan pemberdayaan fakir miskin di Kabupaten Sampang, ditiadakan. Akibat dari penghapusan itu, angka kemiskinan di Kota Bahari dikhawatirkan akan semakin meningkat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, angka kemiskinan di wilayah itu sebanyak 158 ribu penduduk. Data itu sesuai dengan data yang ada di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Dinsos Sampang M. Nashrun mengatakan, penghapusan program penangam dan pemberdayaan fakir miskin, tidak hanya terjadi di Kabupaten Sampang, tetapi se-Indonesia.

Namun, untuk bantuan reguler seperti program penerima keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT), masih tetap ada, bahkan ada perluasan. Terlebih dampak dari wabah Covid-19 banyak program bantuan sosial (bansos) yang dilakukan pemerintah, meskpun itu hanya bersifat konsuntif.

“Kalau program penangan atau pemberdayaan itu memberikn skill ke masyarakat,” ungkapnya, Kamis (23/7/2020).

Ditambahkannya, program ini sebenarnya sangat dibutuhkan untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Sampang. Namun karena anggarannya direalokasikan ke penangan Covid-19, sehingga penghapusan harus diterima.

“Pemberdayaan fakir miskin itu sebelumnya ada, cuma sekarang dihapus total, baik dari pelatihan, penangan, dan lain sebagainya, adapun jumlah anggaranya itu kurang lebih Rp1 miliar,” tutup Nasrun saat ditemui di kantornya. (mal/pin)

 

Komentar

News Feed